Friday, January 30, 2015

Warna warni kehidupan

Kami lahir setelah Tuhan menciptakan manusia dan membiarkan cecunguk - cecunguk yang Beliau sebut "Khalifah muka bumi" itu melupakan diriNya. Aku adalah si merah, aku elemen terjujur yang akan pernah kamu temui. Ego-ku besar, dan aku tak peduli perasaan orang lain selama mimpiku tercapai. Aku orang ambisius, dan menyebalkan, kamu tidak akan pernah melihat kelemahanku meskipun di belakang kalian aku memilki rasa menyalahkan diri sendiri yang lebih besar dibanding elemen lain. Dia si Hijau. Jika hijau ada di sisiku ia adalah sahabatku, bila ia bersebrangan denganku maka ia adalah musuhku. Hijau sangat realistis, ia tidak mau rugi. Ketelitian yang ia memilki sangat mengangguku, si merah, namun terkadang ia menghindarkanku dari bahaya. Jika menurut Hijau resiko yang akan ditempuhnya besar, ia akan pergi begitu saja. Yang selalu bicara adalah si Kuning. Aku tidak pernah paham kenapa si Kuning suka sekali meladeni yang lain. Manusia sepertinya sangat menyukai si kuning. Sepertinya mahluk sosial sangat suka dengan elemen humoris, kreatif dan apa yang disebut manusia 'menyenangkan'. Kuning selalu mengiyakan ajakan siapapun walau sebenarnya dia belum berpikir masak - masak. Di pojokan ada si Biru. Aku sangat menyukai Biru karena Biru selalu pasrah. Kadang kasihan juga dengan Si Biru, ia selalu mendengarkan, memikirkan perkataan yang lain dan tidak pernah bisa menolak ajakan kami bertiga dan tidak akan marah meskipun kami menjahilinya. Kebaikan dan kerendahan hati si Biru memang antara bodoh dan menakjubkan. Bahkan aku sendiri tak pernah tau kesulitan dan apa yang diinginkan Si Biru karena ia sendiri tak pernah mau bilang. Kami berempat merasuki setiap jiwa manusia dan membiarkan mereka untuk menguasai salah satu dari kami dan membiarkan sisanya terpendam atau malah beberapa sangat rakus dan menguasai kami semua. Keberadaan kami mewarnai dunia ini, kamilah pencipta perang dan kebahagiaan. Manusia menyebut kami "Sifat" Nah.. yang manakah kamu? By : Lala harleta

Judul : warna warni kehidupan By : Lala harleta

Kami lahir setelah Tuhan menciptakan manusia dan membiarkan cecunguk - cecunguk yang Beliau sebut "Khalifah muka bumi" itu melupakan diriNya. Aku adalah si merah, aku elemen terjujur yang akan pernah kamu temui. Ego-ku besar, dan aku tak peduli perasaan orang lain selama mimpiku tercapai. Aku orang ambisius, dan menyebalkan, kamu tidak akan pernah melihat kelemahanku meskipun di belakang kalian aku memilki rasa menyalahkan diri sendiri yang lebih besar dibanding elemen lain. Dia si Hijau. Jika hijau ada di sisiku ia adalah sahabatku, bila ia bersebrangan denganku maka ia adalah musuhku. Hijau sangat realistis, ia tidak mau rugi. Ketelitian yang ia memilki sangat mengangguku, si merah, namun terkadang ia menghindarkanku dari bahaya. Jika menurut Hijau resiko yang akan ditempuhnya besar, ia akan pergi begitu saja. Yang selalu bicara adalah si Kuning. Aku tidak pernah paham kenapa si Kuning suka sekali meladeni yang lain. Manusia sepertinya sangat menyukai si kuning. Sepertinya mahluk sosial sangat suka dengan elemen humoris, kreatif dan apa yang disebut manusia 'menyenangkan'. Kuning selalu mengiyakan ajakan siapapun walau sebenarnya dia belum berpikir masak - masak. Di pojokan ada si Biru. Aku sangat menyukai Biru karena Biru selalu pasrah. Kadang kasihan juga dengan Si Biru, ia selalu mendengarkan, memikirkan perkataan yang lain dan tidak pernah bisa menolak ajakan kami bertiga dan tidak akan marah meskipun kami menjahilinya. Kebaikan dan kerendahan hati si Biru memang antara bodoh dan menakjubkan. Bahkan aku sendiri tak pernah tau kesulitan dan apa yang diinginkan Si Biru karena ia sendiri tak pernah mau bilang. Kami berempat merasuki setiap jiwa manusia dan membiarkan mereka untuk menguasai salah satu dari kami dan membiarkan sisanya terpendam atau malah beberapa sangat rakus dan menguasai kami semua. Keberadaan kami mewarnai dunia ini, kamilah pencipta perang dan kebahagiaan. Manusia menyebut kami "Sifat" Nah.. yang manakah kamu?

Thursday, January 29, 2015

Dejavu di Balik Jendela Kereta

Suara kelembutan celine dion feat Ildivo dan Seamo menemani jalanku, inilah secarik kisahku. Lagi-lagi hal ini menambah pengalaman, ketenangan, dan tentunya keimanan kepada Allah SWT. Tak bisa kutuliskan semua rasa yang aku lihat, aku dengar aku rasakan, aku hanya ingin berteriak saat ini, “TUHAN,, TERIMAKASIH ATAS ALAM INDAH YANG TELAH ENGKAU CIPTAKAN INI, DAN AKU AKAN SELALU BERSYUKUR ATAS KESEMPATAN YANG TELAH ENGKAU BERIKAN UNTUK DAPAT MELIHATNYA.” Iya, kali ini, Jakarta. Jakarta adalah kota ketujuh yang telah aku pijak setelah Bekasi, Jakarta, Tanggerang, Bandung, Manado, dan Depok. Tentunya masih banyak orang yang lebih hebat daripada aku yang telah menginjakkan kaki di luar negeri. Aku hanya bisa bermimpi dapat mengikuti jejak mereka. Betapa besarnya nikmat Allah yang telah diberikan kepadaku. Aku sang anak dari seorang satpam, dapat naik kereta eksekutif pertamaku yang harga satu kursinya mencapai 450ribu rupiah. Mungkin bagi sebagian orang hal ini adalah hal yang biasa dan sepele. Buat mereka yang golongan borjuis naik, Silk Air pun sudah biasa. Namun, bagiku ini adalah hal yang LUAR BIASA. Terlebih lagi aku mendapatkan ini secara GRATIS!!! Iya, aku diundang ke SMA SEMESTA, salah satu sekolah yang melahirkan banyak juara hebat. Diundangnya aku kesini adalah dalam rangka mengisi “SEMESTA OLYMPIAD CAMP”. Sebuah kamping olimpiade untuk anak-anak yang dinaungi oleh Horizon Education. Aku senang sekali. Kesenangan pertama, karena aku dapat mengamalkan ilmuku kepada orang lain. Karena berhubung sebagai pelatih (bukan murid lagi seperti dulu), tentu aku dibayar bukan membayar. Rasanya seperti kemarin aku belajar dengan keras semalam suntuk, belajar untuk Olimpiade Ekonomi. Masih teringat olehku saat menangis dimarahi di ruang IT, dipanggil ke kantor untuk pindah lagi ke Biologi, olimpiade yang aku gagal di tingkat Nasional. Sinisme dari banyak orang yang tidak mempercayaiku. Kini aku hanya dapat mengucapkan terima kasih kepada mereka, atas segala perbuatan mereka. Karena berkat mereka, aku bisa sekuat ini. Tak tertinggal pula terima kasih kepada Pa Mujib, Bu Neneng, Bu Nurul, Bu Siwi dan seluruh teman-temanku Baringer Arizona. Sekarang aku yang mengajar. Teringat pula duka cita-ku. Dulu aku susah payah meminta izin dari sekolah untuk ikut pelatihan (walaupun sekolah hanya memberi 500 ribu dari 3 juta yang aku bayar), meskipun harus UAS sepulang OSP, tidur pukul 1 malam dan tahajud pukul 4 dini hari. Kini semua hampir terbayar lunas. Allah SWT telah memberiku kesempatan untuk merasakan nikmatnya. Penghasilanku lebih besar dari biaya yang aku keluarkan dulu, total uang yang aku dapat disaku-ku saat ini, Rp 4.620.000,00. Nominal yang lebih besar dibanding kerja dua bulan ayahku, aku hanya perlu satu minggu untuk mendapatkannya. Ternyata pepatah “BARANG SIAPA-YANG BERSUNGGUH-SUNGGUH MAKA IA AKAN BERHASIL” itu benar.Aku menjadi buktinya. Aku bisa jalan-jalan gratis, dan merasakan sedikit nikmat dari Allah. Dan yang terpenting lagi ini semua gratis, tanpa membebani orang tuaku sepeser pun. Malah rencanaku aku akan memberikan semua uangku kepada orangtuaku saat di Bekasi nanti. Bagiku uang segitu belumlah cukup untuk mengucapkan rasa terima kasihku kepada mereka karena telah mendidikku, membesarkanku, dan seluruh kasih sayang yang mereka berikan. Aku juga senang karena Allah SWT telah menunjukkan kepadaku betapa indahnya dunia ini. Betapa luasnya dunia, sehingga aku tidak sabar untuk menuju tempat berikutnya yang akan aku singgahi. Aku percaya Allah mempunyai rencana yang indah kepadaku. Aku pernah bermimpi untuk menginjakkan kakiku di Universitas di Luar Negeri. Dan negara itu adalah Australia. Di mimpiku yang terdalam adalah Faculty of Economics and Business Melbourne University. Aku yakin Allah pasti memberikanku jalan yang terbaik. Ini saja aku sudah bisa merasakannya. Dan asal kalian tahu, tempat yang aku datangi di semarang, sebelumnya pernah ada di mimpiku. Dan rasanya seperti dejavu. Yang tentunya ini bukan pertamakali dejavu ku, masuk Asrama SMA ternaif di Bandung, mendapat Medali emas Olimpiade Nasional Ekonomi, melihat indahnya terumbu karang laut taman makara FEUI, menatap nama Allah yang terukir besar diatas mesjid tertinggi, adalah dejavu-dejavu ku yang lainnya. Hamparan ladang sawah yang hijau, membuat hujan turun dari mataku saat menulis ini. Ternyata kekuatan MIMPI ITU NYATA.Terima kasih Tuhan, engkau telah mengizinkan hambamu yang hina ini untuk merasakan indahnya mimpi ini, rasanya aku tak ingin terbangun dari mimpi ini. Teruslah bimbing hambamu ini menuju jalan indah yang telah engkau rangkai selama hidupku. Inspired by D.M.A _Kereta api eksekutif Argo Bromo Anggrek, Semarang-Gambir Vera Ramdhani

“Sudah ku bilang Kau ini Emas”

Sosok natural itu menyebarkan cahaya pada gelap gulita Tegak tubuhnya tetap berdiri kuat di antara yang terkuat Pancaran bola mata yang deras akan keyakinan Jejak tapak kaki menjadi saksi dalam langkahnya Tetes demi tetes air mengiringi hiruk pikuk perjalanan Letihnya masih menari di pundak dan lutut kaki Di saat percaya itu mulai meradang kalbu Namun, tetap gigih di samping kerikil tajam Menaruh imajinasi dalam estetika Mengangkat nama menjadi sebuah senyuman lebar Terekam apik pada bingkai kehidupan Kau itu memang Emas Pemberi kemilau dan tetap kemilau Kau itu memang Emas Dimana pun akan tetap menjadi Emas By : Halida Farhana

Sunday, November 30, 2014

Panggil saja aku si Agen Perubahan

Dengan menyebut nama Allah yang maha Pemurah lagi maha Penyayang. Langkah kaki ini akan diteruskan dimana saja ada ilmu-ilmu Allah berada. Niat dihati ini masih ingin berlanjut menjadi insan yang bermanfaat dengan segudang pengalaman, supaya ilmu yang dimiliki bukanlah semata-mata hanya dari sumber bacaan, melainkan juga merupakan dari suatu tindakan dan aksi yang nyata. Lewat kedua hal tersebut, akan terbentuk inovasi baru, langkah baru dan juga sebuah perubahan demi Indonesia baru dan Indonesia yang lebih maju. Izinkanlah aku memperkenalkan diri, orang memanggilku bukan dengan sebutan yang biasa, misalnya dengan nama depan dari nama lengkap ataupun nama panggilan sewaktu kecil. Mereka memanggilku dengan sebutan ‘Si Agen Perubahan’. Tapi ketahuilah, banyak dari mereka yang bilang bahwa aku terlahir dengan membawa banyak potensi. Segumpal daging yang berjalan diatas bumi. Tampak dari luar memang kesan pertama orang yang bertemu denganku akan mengira aku bukanlah apa-apa. Tapi seperti kata pepatah. Jangan melihat buku hanya dari sampulnya saja. Maka dari itu, mari kenal lebih dekat denganku… Setiap orang dilahirkan dengan membawa beratus - ratus potensi dalam dirinya, potensi menjadi seorang pemimpin, pebisnis, penulis, pemusik, penikmat seni ataupun seorang akademis. Jika ada diantara kita yang berkata "aku tidak punya potensi" berarti dia sedang menghina Maha Sang Pencipta dan Maha Sang pemberi potensi yaitu Allah SWT. Dimana semua ciptaan Allah pasti ada maksud dan tujuan baiknya. Semua manusia mempunyai potensinya masing-masing, semua hebat dengan cara dan gayanya masing-masing. Tinggal bagaimana kita bertindak dan berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan potensi yang kita miliki. Aku pun yakin dilahirkan dengan banyak potensi yang unik. Yang hanya ada satu di dunia ini. Karena aku adalah pemuda yang dilahirkan di tanah air tercinta, Indonesia raya. ya hanya satu-satunya di dunia. Dunia akan rugi ketika aku hilang, dunia akan mengalami ketidakseimbangan ketika aku tidak ada, dunia akan merasa sedih, sedih karena kehilangan satu dari banyak bagian terpenting yang telah Allah ciptakan. Karena aku tahu Allah telah merancangkan sebuah rencana, rencana berupa potensi besar yang diberikan didalam diriku untuk dikembangkan dan dapat digunakan untuk mengubah Indonesia baru, Indonesia yang lebih maju. Dimana masa ke-emasan Indonesia dapat terwujud. Karena akulah sang pemuda Indonesia yang nantinya akan membuat suatu perubahan. Aku adalah pemuda generasi emas penerus bangsa, penopang dan suatu pondasi dari sebuah Negara. Masih ingatkan kalian perkataan bung karno? “beri aku 10 pemuda, maka akan aku guncankan dunia”. Sehebat itukah peran pemuda bagi sebuah peradaban suatu bangsa? Sehebat itukah kemampuan dari pemuda-pemuda dalam membawa suatu perubahan? Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, maka ketika Indonesia memiliki kualitas dan kuantitas sumber daya alam manusia yang baik, yaitu para pemudanya, maka bukan suatu hal yang mustahil untuk Indonesia menuju masa keemasannya. Bukankah demikian? Pernahkan kau membayangkan Indonesia berada di peradaban yang maju dimana Indonesia mencapai puncak masa keemasannya? Dimana semua lapisan masyarakat hidup damai dan berkecukupan, adanya pemimpin yang adil, banyaknya pengusaha dan pemuda-pemuda hebat menginspirasi yang melek dengan bahasa dan teknologi, alim ulama yang menjadi teladan bagi generasi penerus islami, berjayanya ekonomi syariah sebagai suatu sistem perekonomian negara Indonesia bahkan dunia, dan masih banyak lagi faktor-faktor lain yang menggambarkan Indonesia yang maju. Karena hal itu…. Aku membayangkan ketika Indonesia di pimpin oleh pemimpin yang ideal…. Maksudku ketika Indonesia mempunyai pemimpin yang memiliki kriteria seperti ini : Pertama, Shiddiq artinya jujur. Kejujuran adalah syarat mutlak untuk menjadi seorang pemimpin. Pemimpin yang jujur maka akan jauh dari sifat dusta dalam kepemimpinannya. Kedua, Tabligh artinya menyampaikan atau komunikatif. Seorang pemimpin harus mempunyai sifat terbuka kepada seluruh masyarakatnya. Apa yang telah menjadi kebijakannya harus disampaikan kepada rakyatnya. Ketiga, Amanah artinya terpercaya. Amanah juga merupakan sifat wajib yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Dengan memiliki sifat amanah, maka pemimpin akan senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat yang telah diserahkan diatas pundaknya. Keempat, Fathonah artinya cerdas. Seorang pemimpin seyogyanya harus memiliki kecerdasaran di atas rata-rata masyarakatnya. Hal ini dimaksudkan agar pemimpin tersebut memiliki rasa percaya diri untuk memimpin rakyatnya. Bila Indonesia kini dikatakan sedang mengalami krisis pemimpin yang ideal, maka aku sebagai pemuda Indonesia harus menjadi pemimpin yang ideal demi terwujudnya Indonesia emas Aku membayangkan ketika Indonesia dipenuhi oleh para pengusaha muda hebat yang professional dibidangnya…. Dimana Indonesia merupakan penopang dari perekonomian dunia. Ketahuilah negara maju adalah negara yang setidaknya memiliki dua persen masyarakat yang memilih sebagai wirausaha. Karena wirausaha adalah tulang punggung ekonomi nasional. Dari Data Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) menyebut, hanya sekitar 0,18 persen masyarakat atau 2,38 juta penduduk Indonesia yang memilih menjadi pengusaha. Padahal, idealnya, jumlah ini sudah mencapai 4,76 juta dari sekira 238 juta penduduk Indonesia saat ini. Indonesia masih defisit pengusaha. Jumlah pengusaha Indonesia saat ini hanya satu persen, negara maju bahkan sudah lima persen. Paling tidak kita butuh empat persen lagi karena Indonesia akan menjadi 10 negara terbesar di dunia. Kita perlu mengejar ketertinggalan ini dengan memberi rangsangan kepada pengusaha baru, Demi terwujudnya Indonesia yang maju, maka aku sebagai pemuda Indonesia akan menjadi seorang pengusaha muda sukses dan hebat. Yang mana akan membawa Indonesia pada status Negara maju karena memiliki pengusaha dengan persentase di atas 5%. Aku membayangkan ketika Indonesia memiliki para pemuda yang hebat yang menginspirasi Indonesia… Karena Generasi pemuda adalah tonggak bagi para sesepuh bangsa untuk melanjutkan perjuangan demi mencapai tujuan. Para pemuda adalah tulang punggung bangsa, mereka dipercaya untuk mengemban tugas membuat bangsa indonesia menjadi lebih baik dari segala aspeknya, mulai dari aspek pangan sampai perpolitikannya. Karena bagaimanapun masa demi masa para sesepuh bangsa harus segera mundur dan berganti dengan para pemuda yang cakap dan pemberani dalam memegang kebijakan. Aku juga membayangkan ketika para pemuda Indonesia dipenuhi oleh berbagai bidang dan skill yang mereka kuasi, seperti kemampuan berbahasa asing, melek teknologi dan yang paling penting adalah pemuda yang bergerak aktif dalam dunia penulisan. Semakin banyak penulis muda yang hebat, maka semakin mudah bagi Indonesia untuk menuju perubahan yang signifikan. Karena melalui tulisan, manusia beralih dari zaman prasejarah menuju sejarah. Peradaban berkembang semakin cepat karena huruf-huruf yang tergores mulai dari dinding, daun, kertas, sampai yang tersimpan secara digital. Dengan tulisan, masa lalu dapat dipelajari sehingga bisa diperbaiki. Peradaban modern telah mensyaratkan manusia untuk menulis. Menulis menjadi pekerjaan sehari-hari. Sejak berusia muda, manusia sudah harus mulai mengenal huruf, angka, dan beberapa tanda baca yang melengkapi keduanya. Semakin maju peradaban, tulisan menjadi semakin penting. Melalui tulisan, manusia menuangkan pemikiran. Dan pemikiran menjadi semakin berkembang. Alhasil, peradaban pun berkembang, melalui tulisan. Pada akhirnya, manusia itu sendiri yang mendapat manfaat dari perkembangan peradaban. Sehebat itulah kekuatan sebuah tulisan? Aku pun sangat ingin menjadi apa yang dikatakan diatas. Menuangkan pikiran, sehingga membuat peradaban menjadi berkembang. Dan aku bisa menebar manfaat untuk orang banyak. Dengan menulis kebaikan dapat tersalurkan (Dakwah Bil Qolam). Dengan menulis terciptanya sarana kebebasan, ruang berekspresi, dan keinginan mengubah Indonesia. Sebagai generasi penerus bangsa, maka aku sebagai pemuda Indonesia akan melajutkan cita-cita luhur para sesepuh untuk mengabil alih kendali atas Indonesia untuk menuju perubahan yang lebih baik. Disamping itu semua, bayang-bayang sederhana tentang perubahan Indonesia yang sudah dituliskan di atas, maka bukan hanya aku, tetapi juga kamu dan kalian. Sebagai pemuda Indonesia, sebagai penerus generasi emas bangsa, sebagai pemegang obor estafet perjuangan, sebagai tonggak kendali semua perubahan, sebagai titik utama dari majunya Indonesia. Mari sama-sama menjadi seorang pemimpin yang ideal, pengusaha muda yang hebat dalam berwirausaha, pemuda yang menginspirasi banyak orang. Agar Indonesia yang kita angan-angankan bukan hanya sekedar angan-angan semata, agar Indonesia yang menjadi Negara maju bukan hanya isapan jempol belaka, agar Indonesia yang mempunyai begitu banyak sumber daya alam dan sumber daya manusia yang hebat dan berkualitas bisa bersaing di dunia global, agar Indonesia dengan begitu banyak para pemuda-pemuda yang nantinya akan membawa dampak dan pengaruh bagi terwujudnya Indonesia emas bukan hanya impian semata. Aku, kamu dan kalian… adalah para pemuda Indonesia!

“Kejayaan Sektor Maritim Indonesia Emas 2045”

Indonesia dikenal sebagai negara maritim terbesar di dunia, karena memiliki luas perairan sekitar 5,8 juta km2 atau sekitar 1,3 % luas perairan dunia yang juga terdiri dari ribuan pulau yang saling berhubungan satu sama lain dari sabang sampai merauke, sehingga wajar bila Indonesia menjadi salah satu negara yang digunakan sebagai jalur transportasi laut yang dilewati banyak kapal dari berbagai negara dunia, sehingga ketika sektor-sektor maritim ini jika dikembangkan dengan baik maka akan dapat membantu negara untuk mencapai tujuan ekonomi, sosial, dan politik sehingga kesejahteraan rakyat dan kemakmuran atau gemah ripah lohjinawe tidak hanya mimpi lagi. Menurut Mahan, untuk menjadi sebuah negara maritim, maka negara tersebut harus memenuhi 6 (enam) syarat yaitu lokasi geografis, karakteristik dari tanah dan pantai, luas wilayah, jumlah penduduk, karakter penduduk, dan lembaga pemerintahan. Sebagai negara maritm atau bahari, Indonesia tidak hanya memiliki satu “laut utama” atau heart of sea tetapi paling tidak ada tiga laut utama yang membentuk Indonesia sebagai sea system yaitu laut Jawa, laut Flores dan laut Banda. Laut Jawa sendiri merupakan kawasan jantung perdagangan laut kepulauan Indonesia dan telah terintegrasi oleh jaringan pelayaran dan perdagangan sebelum datangnya bangsa Barat. Sementara itu Houben seorang sejarawan dari belanda menyatakan bahwa laut Jawa bukan hanya merupakan laut utama bagi Indonesia, tetapi juga merupakan laut inti bagi kawasan Asia Tenggara (Suroyo, 2007). Dilihat dari aspek fisik atau georafisnya, indonesia sendiri letaknya sangat strategis yaitu terletak antara dua benua yaitu Asia dan Australia, dan antara dua samudra yaitu Samudra Hindia (Indonesia) dan Samudra Pasifik. Dilihat dari perjalanan dalam sejarahnya bangsa Indonesia pernah mengalami kejayaan dalam bidang maritim. Hal itu dapat diketahui dari adaya masa kejayaan kerajaan-kerajaan maritim yang pernah tampil dalam sejarah Indonesia. Diantara kerajaan-kerajaan itu seperti kerajaan Sriwijaya, Majapahit, Gowa Tallo Mataram Islam atau kota-kota pelabuhan dimana menjadi pusat kekuasaan raja-raja yang juga saling berhubungan melalui transaksi perdagangan dan pelayaran perahu. kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan maritm terbesar yang berlangsung dari abad 7 sampai 14. Dalam dunia perdagangan dan pelayaran, Sriwijaya berhasil menguasai hampir semua wilayah perairan di Nusantara antara lain laut Jawa, laut Banda, dan sebagian laut di wilayah Indonesia Timur. Di samping itu Sriwijaya juga menjalin hubungan dagang dengan India di sebelah barat, dengan Birma dan Melayu di sebelah utara, serta dengan Siam, Kamboja, Cina dan Pilipina, Kalimantan utara di sebelah timur laut. Bahkan Juga pedagang-pedagang dari kerajaan itu telah berlayar sampai pelabuhan-pelabuhan di Cina dan pantai Timur Afrika. Pada Abad ke-17, setelah kemerosotan kerajaan mataram, banyak bermunculan kerajaan-kerajaan islam dan juga para pelaut baik dari makasar dan bugis yang melakukan pelayaran hampir ke seluruh parairan Nusantara (Indonesia) bahkan sampai ke Kedah, Kamboja, Ternate dan juga ke Sulu (Pilipina). Dengan demikian sebenarnya sampai abad ke 17, wilayah Nusantara telah terintegrasi dalam suatu jaringan pelayaran dan perdagangan dari berbagai suku bangsa yang ada di kawasan itu dan dengan kata lain bahwa kelompok-kelompok masyarakat di Indonesia pada waktu itu telah memiliki jiwa bahari, yaitu suatu keyakinan bahwa laut merupakan salah satu sumber kehidupan yang utama sehingga ada filosofi "hidup dengan dan dari laut" (Makasar: Yayasan kebudayaan Sulawesi Selatan dan Tenggara, 1961). Wilayah laut Indonesia merupakan wilayah terbuka, maka dengan leluasa kekayaan laut di Indonesia berpotensi untuk dimanfaatkan bangsa lain tanpa ada kemampuan untuk melindunginya. Sebagai negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau yang saling berhubungan satu sama lain dari sabang sampai merauke, Indonesia juga harus memperhatikan pulau-pulau yang ada diluar atau terluar karena banyak dari pulau-pulau terluar ini yang belum mempunyai nama, sehingga sangat mudah bagi negara lain mengklaim bahwa pulau tersebut milik mereka, sementara kapal angkatan laut Indonesia sendiri yang berfungsi untuk mengamankan masih lambung tunggal, yang mana kalau dibandingkan dengan kapal trimaran (lambung tiga) kurang handal baik ditinjau dari segi teknis maupun ekonomisnya. Selain itu sebagai negara maritim, juga harus diperhatikan dari jalur transportasi laut ini yaitu keamanan, karena kecelakaan transportasi laut di Indonesia ini juga masih tinggi seperti contoh di tahun 2007, kecelakaan sampai 159 kali dengan korban sekitar 130-an jiwa (Ditjen Hubla, 2006). Kecelakaan ini bisa disebabkan dari 3 hal yaitu kapal, manusia, ataupun lingkungannya, tetapi faktor yang paling berpengaruh yaitu manusia. Selain itu semua perkiraan ancaman dan gangguan lainnya yang mungkin dihadapi Indonesia ke depan antara lain meliputi kejahatan lintas negara seperti penyeludupan, pelanggaran ikan ilegal, pencemaran dan perusakan ekosistem, imigrasi gelap, pembajakan/perampokan, aksi radikalisme, konflik komunal dan dampak bencana alam. Oleh karena itu perlu dilaksanakannya Perumusan Kebijakan Kebijakan Strategi Pengamanan Wilayah Nasional, yang bertujuan untuk merumuskan kebijakan strategi pengamanan wilayah nasional, terutama laut, sebagai negara kepulauan yang mempunyai posisi geostrategis sangat unggul di lintasan jalur pelayaran manca negara dimana juga dapat digunakan dalam perumusan operasional strategi pertahanan keamanan dan pengembangan wilayah kawasan perbatasan. Selain itu hal yang terpenting lainnya yaitu menyadarkan masyarakat Indonesia mengenai ini semua, baik melalui pendidikan atau sosialisasi secara langsung ke masyarakat mengenai Wawasan Nusantara dimana telah diterima dan juga diakui sebagai pandangan resmi yang dianut oleh pemerintah dan bangsa Indonesia. Wawasan Nusantara ini tidak hanya melihat Negara Republik Indonesia sebagai suatu kesatuan berdasarkan prinsip pulau demi pulau, melainkan suatu negara kepulauan (archipelagic state) yang mempunyai kebulatan teritorial termasuk laut dan selat yang berada di dalam garis perbatasan yang telah ditentukan. Azas ‘Negara Kepulauan’ resmi diumumkan lewat Deklarasi Juanda pada 13 Desember 1957 yang ditindak lanjuti pada UU No 4/60 tentang Perairan dan UNCLOS 1982. Isi Deklarasi "Bahwa segala perairan di sekitar, di antara dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk dalam daratan Republik Indonesia, dengan tidak memandang luas dan lebarnya, adalah bagian yang wajar dari wilayah daratan Negara Republik Indonesia dan dengan demikian merupakan bagian daripada perairan pedalaman atau perairan nasional yang berada di bawah kedaulatan Negara Republik Indonesia dan juga ditindak lanjuti dengan deklarasi bunaken pada tanggal 26 September 1998 yang berisi : Mulai saat ini visi pembangunan dan persatuan nasional Indonesia harus juga berorientasi laut. Semua jajaran pemerintah dan masyarakat hendaknya juga memberikan perhatian untuk pengembangan, pemanfaatan, dan pemeliharaan potensi kelautan Indonesia. Pengembangan konsepsi negara maritim bertujuan sebagai upaya peningkatan kemampuan bangsa kita menjadi bangsa yang modern dan mandiri dalam teknologi kelautan dan kedirgantaraan dimana berguna untuk kesejahteraan bangsa dan negara ini, sehingga tidak perlu lagi takut akan persaingan pasar bebas pada tahun 2015 dan bahkan Indonesia (saat itu tahun 2045) sektor maritim bisa lebih hebat dan luar biasa dibanding masa lalu seperti kerajaan sriwijaya yang menjadi pusat perdagangan dan jalur pelayaran utama ASEAN, hingga terbaik kapal-kapal angkatan lautnya, tidak ada lagi kasus pencurian ikan hingga pengakusisian suatu wilayah terpencil lagi, disekitar posko nelayan terdapat suatu laboratorium riset yang mensosialisasi bagaimana cara merawat ikan dan dikembangkan suatu penelitian tentang rekayasa genetika untuk menghasilkan kualitas hasil laut yang baik, segar, tahan (tidak mudah busuk), dikembangkan sekolah-sekolah berbasis maritime terutama untuk keluarga nelayan sehingga ada keberlanjutan, tiap 3 bulan sekali adanya suatu pameran produk hasil laut yang terbaik dan beraneka ragam di Indonesia disertai pameran berbagai awetan basah atau kering hasil laut yang ada diseluruh pelosok negeri ini kepada seluruh dunia, ekspor hasil laut terbesar sepanjang sejarah, dan bermunculan wirausaha-wirausaha muda Indonesia di bidang maritime, terbentuknya suatu koperasi nelayan di setiap daerah yang ada di Indonesia, hingga akhirnya menjadi Indonesia menjadi negara kepulauan percontohan dari seluruh dunia.

Setitik Asa Pemuda Untuk Puncak Emas Bumi Pertiwi

Puncak, suatu posisi yang menandakan sebuah pencapaian keberhasilan. Berbicara soal keberhasilan tentu tidak akan lepas dari peran-peran orang yang sadar untuk mencapai keberhasilan. Dalam suatu bangsa peran tersebut dipegang penuh oleh generasi muda, generasi muda merupakan elemen penting yang akan melakukan perubahan untuk mencapai tujuan yang kita impikan yaitu Indonesia akan mencapai puncak keemasannya, puncak kejayaannya. “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Tetapi berikan aku 10 orang pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Ungkapan Soekarno ini merupakan penguat bahwa pemuda sangat berpengaruh untuk membangun suatu bangsa mencapai puncak kejayaannya. Pernyataan dari Bung Karno tersebut tentunya tidak lah salah, karena sejarah telah mencatat bahwa pergerakan kaum muda lah yang mengawali setiap perjuangan, perubahan, dan arah pembangunan bangsa Indonesia. Bahkan jika kita menilik jauh ke belakang, pemuda memiliki andil yang sangat besar dalam sejarah perjuangan bangsa ini. Peran penting pemuda sebagaimana tercatat dalam sejarah, dimulai dari pergerakan Budi Utomo tahun 1908, Sumpah Pemuda tahun 1928, Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945, Pergerakan Mahasiswa tahun 1966, hingga masa reformasi tahun 1998. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat kita katakan bahwa pemuda merupakan aktor penting dari setiap langkah perjalanan bangsa Indonesia, karena mereka mampu berperan aktif menjadi garda terdepan dalam proses perjuangan, pembaruan, dan pembangunan bangsa ini. Membanggakan sekali menjadi seorang pemuda yang selalu dielu-elukan, dibanggakan, dan dikenang. Tapi itu dulu, mari kita berputar kembali melihat masa sekarang. Ungkapan yang timbul ketika melihat pemuda adalah “Mau jadi apa Indonesia kalau melihat anak muda zaman sekarang yang hidupanya penuh kesenangan yang tiada guna, club malam jadi tempat suci, minuman keras jadi teman sejati, nongkrong di mall paling dicari, punya pacar ganti-ganti, orang tua tak dihormati tapi uang saku di nanti, menuntut ilmu dihindari, peraturan untuk dicaci, kemauan harus terpenuhi, sopan santun dikurangi, agama dihindari, diajak taubat bilang nanti, urusan mati dianggap tak berarti.” Sekarang rasa bangga menjadi hilang dan digantikan oleh kemalangan, kekecewaan tapi rasa tidak mau tau jauh mneyelimuti banyak pemuda pada masa kini. Padahal mereka sadar betul bahwa ia adalah pemegang penuh kendali kapal untuk mengarungi samudera melewati ombak yang dapat menggulung tubuhnya bahkan membunuhnya, tapi ia malah menjadi kapal using, kayunya yang rapuh, belum sempat ia menaikkan layarnya ia sudah lebih memilih untuk mati sebelum berperang. Seperti inilah gambaran pemuda pada masa sekarang. Mengutip salah satu ayat dalam Al Quranul karim, Allah berfirman : إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ "Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." [Ar-Ra'd/13:11]. Ini menyatakan jelas bahwa masih ada kesempatan untuk dapat mengubah keadaan, walaupun dari 10 hanya ada 1 pemuda yang peduli akan bangsanya tapi dengan keyakinan dan keteguhan apapun tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, untuk mencapai puncak keemasannya. Pencak keemasaan Indonesia adalah pada saat semua masyarakat berjalan dengan kehidupan yang damai dan sejahterah. Bukan pada saat Ekonomi meningkat, pengangguran menurun, pendapatan negara meningkat dan lain sebagainya, itu adalah hasil akhir dan hadiah bagi kita. Tapi puncak keemasan Indonesia adalah saat pemuda dapat menjalankan peranya dengan baik dan benar. Maka tidak berlebihan kiranya bila dikatakan pemuda adalah pilar kelima dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, setelah Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Bila karakter bangsa ini sudah terbentuk sedemikian kuat, dan keberadaan lima pilar itu sudah kokoh, niscaya bangsa kita mengalami kejayaan dan NKRI tetap lestari. Sejarah membuktikan, bila sebuah bangsa dihancurkan dengan kekuatan senjata, niscaya akan cepat bangkit. Lihat saja Jepang yang pada 6 dan 9 Agustus 1945 dibom atom tentara Sekutu di Hiroshima dan Nagasaki. Meskipun wilayah dan rakyat Jepang mengalami kehancuran luar biasa, karena karakter serta para pemudanya tetap terjaga dan bersemangat maka dalam waktu relatif singkat bangsa Jepang dapat bangkit, bahkan kini menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia. Tulang punggung kebangkitan bangsa Jepang itu adalah para pemuda. Sebaliknya, bagi bangsa-bangsa yang mengalami kehancuran karakter, terutama karakter pemudanya maka akan hancur pula masa depan dan peradaban bangsa itu. Selama matahari masih terbit dari arah timur, selama bumi ini masih dihuni manusia, selama karakter bangsa Indonesia masih terjaga, dan selama pemuda masih tampil di garda terdepan dalam pembangunan bangsa, selama itu pula NKRI tetap jaya, abadi selama-lamanya. Insya Allah. Dengan demikian mari kita para pemuda bangkit kembali, hilangkan rasa kekecewaan menjadi rasa kebanggaaN, bentuk dan bangun karakter kita untuk kemajuan bangsa dan akhirnya kita dapat mencapai puncak keemasan yang gemilang untuk Indonesia. Sekarang siapa saja yang mengabaikan pemuda hari ini sama halnya dengan mengabaikan masa depan Indonesia. Itulah arti penting kita bagi Indonesia. Saat karakter pemuda bangsa terbentuk, saat itulah Indonesia telah mencapai puncak keemasannya. Pemuda… Perhatikanlah hatimu karena ia akan menjadi fikiranmu. Perhatikanlah fikiranmu karena ia akan menjadi perkataanmu. Perhatikanlah perkataanmu karena ia akan menjadi perbuatanmu. Perhatikanlah perbuatanmu karena ia akan menjadi kebiasaanmu. Perhatikanlah kebiasaanmu karena ia akan menjadi karaktermu. Dan perhatikanlah karaktermu karena ia akan menjadi lintasan hatimu. Pemuda… Ambil sampanmu masukkan kelautan, patah pendayung tanganmu jadikan, robek layar bajumu gunakan, pecah sampan renangi lautan demi mencapai pulau kesuksesan.