Thursday, November 20, 2014

Sesosok Kepemimpinan Profetik pada Generasi Muda di Masa Depan Untuk Indonesia Emas

Sosok pemimpin masa depan itu seperti kepemimpin Generasi Muda, generasi muda kini dan masa yang akan datang memiliki jiwa Pemimpin yang positif, partisipatif dan berorientasi pada konsiderasi, serta tidak selamanya merupakan pemimpin yang terbaik. Ditengah – tengah dinamika organisasi (yang antara lain diindikasikan oleh adanya perilaku staf / individu yang berbeda-beda), maka untuk mencapai efektivitas organisasi, Andaikan Indonesia memiliki pemimpin kini dan Masa datang yang sangat tangguh tentu akan menjadi luar biasa. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Pemimpin memimpin, pengikut mengikuti. Jika Seorang pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinya adalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. Oleh sebab itu kualitas kita tergantung kualitas pemimpin kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula yang dipimpin. Rahasia utama dari kepemimpinan yaitu memiliki kekuatan terbesar dari seorang pemimpin bukan dari kekuasaanya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya. Jika ingin menjadi pemimpin yang baik jangan pikirkan orang lain, pikirkanlah diri sendiri dulu. Tidak akan bisa mengubah orang lain dengan efektif sebelum merubah diri sendiri. Bangunan akan bagus, kokoh, megah, karena ada pondasinya. Memikirkan dalam membangun umat, membangun masyarakat, merubah dunia akan menjadi omong kosong jika tidak diawali dengan diri sendiri. Merubah orang lain tanpa merubah diri sendiri adalah mimpi mengendalikan orang lain tanpa mengendalikan diri. Pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal. Indonesia hari ini, tentu berbeda dengan kemarin, atau esok hari. Tentu kita semua berharap agar esok hari dapat melihat Indonesia yang aman, damai, tentram dan sejahtera, dan hal tersebut akan terwujud apabila kita telah menemukan seorang pemimpin yang tepat yang bisa membimbing bangsa yang besar, bangsa kita bangsa Indonesia. Pemimpin untuk Indonesia di masa depan ada ditangan Para generasi muda yang saatnya untuk berkarya. Kepemimpinan profetik adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain mencapai tujuan sebagaimana para nabi dan rosul / prophet melakukannya perubahan fungsi kepemimpinan dalam organisasi dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan pemimpin seharusnya berusaha untuk membuat jalan ke pelaksanaan kerja terbaik lebih mudah, dengan memberikan dukungan psikologis kepada bawahan yang merasa tidak senang, tertekan, atau mendapatkan pekerjaan yang membosankan kepemimpinan profetik dapat memprediksi kepemimpinan transformasional. Rahasia utama dari kepemimpinan yaitu memiliki kekuatan terbesar dari seorang pemimpin bukan dari kekuasaanya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya. Jika ingin menjadi pemimpin yang baik jangan pikirkan orang lain, pikirkanlah diri sendiri dulu. Tidak akan bisa mengubah orang lain dengan efektif sebelum merubah diri sendiri. Bangunan akan bagus, kokoh, megah, karena ada pondasinya. Memikirkan dalam membangun umat, membangun masyarakat, merubah dunia akan menjadi omong kosong jika tidak diawali dengan diri sendiri. Merubah orang lain tanpa merubah diri sendiri adalah mimpi mengendalikan orang lain tanpa mengendalikan diri. Pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal. Para pemimpin yang dilahirkan dalam sistem politik saat ini lebih mementingkan kepentingan diri sendiri, kelompok, partai atau golongannya daripada kepentingan bangsa secara keseluruhan. Akibatnya kebijakan-kebijakan publik di Indonesia lebih berpihak pada kepentingan golongan elite yang lebih mereprensentasikan kepentingan asing, sedangkan dalam pelaksanaan kebijakan-kebijakan tersebut lebih diwarnai dengan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Kepemimpinan profetik berhubungan dengan kepuasan kerja. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh dari pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi, kemudian kemampuan untuk mempengaruhi, memberi inspirasi dan mengarahkan tindakan seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan yang diharapkan, dan melibatkan tiga hal yaitu pemimpin, pengikut dan situasi tertentu. Menurut Parni Hadi (2012), Aspek kepemimpinan profetik yang menunjukkan adanya hubungan dengan kepuasan kerja adalah aspek amanah (terpercaya, bertanggung jawab). Aplikasi dari amanah dalam dunia kerja adalah dengan bersikap professional dan bertanggung jawab terhadap semua orang yang berada dalam satu perusahaan termasuk karyawan yang bekerja. Dengan bersikap professional dan bertanggung jawab baik berupa perhatian seperti pengawasan, penghargaan terhadap karyawan yang berprestasi dan peringatan yang tegas terhadap karyawan yang melanggar peraturan, akan membuat kepuasan kerja karyawan meningkat karena karyawan merasa hasil kerjanya dihargai oleh atasannya Pemimpin berkecerdasan sosial tinggi menempatkan diri sebagai manusia biasa dengan tanggung jawab sosial-politik yang setiap saat tampil bersama rakyat dan umat yang dipimpin. Pemimpin yang terus membuka diri berdialog dengan rakyat tanpa aksesori protokoler yang sering menjadi penghalang rakyat berhubungan langsung dengan sang pemimpin. Pemimpin berkecerdasan sosial tinggi itulah yang disebut pemimpin profetik yang menyatu dengan jiwa rakyat dan umat. Diharapkan kepemimpin Indonesia kini dan masa yang akan datang memiliki jiwa Pemimpin yang positif, partisipatif dan berorientasi pada konsiderasi, serta tidak selamanya merupakan pemimpin yang terbaik. Menjadi pemimpin adalah soal pengakuan dari yang dipimpin, sebuah rumusan sederhana yang sering terlupakan. Orang-orang mulai melupakan rasa moralitas, juga idealisme dalam bermasyarakat ketika menyangkut hal yang berbau materi, masyarakat kita, tidak terkecuali para pemimpin yang sedang berkuasa saat ini, cenderung lebih memikirkan keuntungan pribadi dibandingkan dengan kepentingan umum, yang mereka lakukan dengan cara yang kejam seperti menipu, mencuri, merampok, membunuh, korupsi. Semua ini adalah sebuah Tulisan dari Sesosok Kepemimpinan Profetik pada Generasi Muda Indonesia yang Menjawab Tantangan Masa Depan untuk mencapai Indonesia Emas.  

Monday, November 17, 2014

Bukan Hanya Monas

Indonesia menyimpan banyak emas. Bukan sebatas pelapis api di puncak Monumen Nasional. Bukan pula terbatas pada logam mulia dalam pulau nun di bagian Timur yang lebih dinikmati pihak asing. Dari rahim Ibu Pertiwi, generasi emas lahir. Tumbuh. Menyerap keberagaman dan bertahan di tengah tekanan. Empat tahun yang lalu, Bank Dunia mencatat 27% populasi Indonesia berusia di bawah 15 tahun, sementara 67,4% populasi bangsa ini berusia 15-64 tahun. Bayangkan, 9 dari 10 penduduk negara ini adalah generasi produktif! Betapa banyak kemungkinan yang bisa dicapai. Begitu banyak perkembangan yang dapat terjadi. Saat negara-negara yang kini dianggap maju mengalami krisis penduduk akibat kekurangan generasi muda, inilah kesempatan dalam kesempitan yang dibutuhkan Jamrud Khatulistiwa. Masih kuat terpatri dalam benak kita kesuksesan Negara Tirai Bambu dan Negara Ginseng yang dahulu kurang dianggap dalam persaingan internasional. Namun, lihatlah pengaruh mereka kini! Siapa yang dapat melupakan RRC saat membicarakan ekonomi dan investasi? Siapa yang dapat mengabaikan Korea Selatan saat membahas teknologi? Tentunya kesuksesan tidak ‘datang’ begitu saja. Cita-cita bukanlah sekadar bunga tidur, melainkan visi yang harus dikejar. Diperjuangkan. Kerja cerdas dan semangat pantang menyerah perlu ditanamkan sejak dini. Selama ini kita sering diperkenalkan pada tokoh-tokoh muda dan berprestasi dari luar negeri. Belum lama ini, aktivis pendidikan perempuan asal Pakistan, Malala Yousafzai, menjadi peraih nobel perdamaian termuda pada usia 17 tahun. Pergerakan pro-demokrasi di Hong Kong yang mendapat banyak perhatian akhir-akhir ini juga dirintis pemuda usia 17 tahun, Joshua Wong. Namun, bagaimana dengan Indonesia? Mengutip kata-kata pengamat ekonomi sekaligus guru besar Ilmu Ekonomi FE UI, Rhenald Kasali, orang Indonesia adalah rajawali yang merasa dirinya anak ayam. Ya, seringkali kitalah yang meremehkan kemampuan diri sendiri, menganggap rendah produk lokal. Padahal, tak jarang kualitas kita sebanding atau bahkan lebih baik dari kompetitor asing. Lihatlah mereka yang sukses sejak muda. Merry Riana, mahasiswi pas-pasan yang mencapai penghasilan 1 juta dolar pada usia 26 tahun. Donny Pramono, wiraswata pendiri Sour Sally –toko frozen yoghurt—pada usia 26 tahun. Masih merasa orang Indonesia inferior dari penduduk negara lain? Marilah kita belajar dari “anak singkong”, Chairul Tanjung, yang kini merupakan pendiri sekaligus CEO CT Corp. Ada pula Bong Chandra, motivator termuda se-Asia dan pemilik tiga usaha. Memang klise, tetapi ungkapan “mereka bisa, mengapa kita tidak?” ada benarnya. Sebagai sesama manusia, apa yang membedakan orang-orang sukses dengan diri kita saat ini? Waktu ada di pihak kita, kaum muda. Inilah saatnya kita bereksperimen. Menantang diri. Keluar dari zona nyaman. Dari keamanan “menjadi biasa-biasa saja”. Belajar, tidak terbatas dalam pendidikan formal saja. Semua tahu pengalaman adalah guru terbaik. Kecemasan dan takut gagal pasti menerpa. Namun, jangan sampai kita mundur karena hal-hal yang bahkan belum pasti. Selama ini kita belajar dalam ‘budaya malu’. Malu gagal. Malu salah. Padahal, inilah saatnya kita mencoba semuanya. Albert Einstein bahkan menuturkan mereka yang tidak pernah salah tidak pernah mencoba sesuatu yang baru. Kegagalan adalah sukses yang tertunda. Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Karl Marx menyatakan para filsuf hanya menginterpretasi dunia dalam beragam pandangan; tetapi, yang penting adalah mengubah dunia. Inilah saatnya. Di mana pun kini kita berada, di situlah tempat kita mulai mengukir sejarah umat manusia. Langkah pertama menapaki anak tangga menuju puncak dunia. Mencapai masa keemasan Indonesia. Sekadar trivia, pada abad ke-7, Indonesia mencapai puncak keemasan dalam era Majapahit. 7 abad kemudian, masa keemasan kembali mengayom nusantara bersama era Sriwijaya. Kini, 7 abad sejak periode itu, adalah saatnya Indonesia sekali lagi mencapai puncak keemasannya. Tentunya, angan saja takkan mengundang masa keemasan. Mari kita berjuang. Generasi muda berprestasi. Generasi emas Indonesia.

Wednesday, November 12, 2014

Si Kalem yang Memiliki Potensi Besar

Pernah bayangin ga sih kalau Indonesia ada di puncak masa emasnya? Mimpi indah banget ga guys Negara kita ini sukses dari segi ekonomi dan politik. Bayangin aja Indonesia punya lebih dari 230 juta penduduk yang memiliki otak-otak cemerlang kaya kita ini para pemuda yang ide-idenya dipakai untuk kemajuan Indonesia, otomatis bukan hal mustahil dong kalau Indonesia bisa gapai puncak emasnya. Belum lagi sumber daya alam melimpah yang bisa kita olah menjadi barang jadi dan berguna yang bisa kita ekspor ke Negara lain yang bahkan segi kualitasnya boleh diadu. Dengan sebisa mungkin memadukan Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam yang kita miliki ini pastinya akan lebih mudah untuk membuat Indonesia menjadi Negara hebat. Artinya dengan kecerdasan dan kekreatifan yang kita miliki kita mampu memanage agar Sumber Daya Alam kita diolah oleh SDM dari kita sendiri, dengan begitu akan berkurang juga para pengangguran yang menjadi beban Negara dan keluarga. Karena lapangan tempat kita mengolah Sumber Daya Alam tersebut pastinya membutuhkan banyak tenaga dan pikiran, semakin banyak para pemuda Indonesia mampu membuat lapangan kerja semakin banyak juga orang-orang yang akan dipekerjakan. Kebayang banget kan gimana makmurnya Negara kita ini kalau itu terlaksana? Sedikit demi sedikit kook sedang dalam progress. Tapi, ngga hanya bidang ekonominya saja, bidang politik juga harus cerdas. Indonesia tanpa koruptor bisa lebih mudah dalam pencapaian puncaknya karena tangan pertama yang memegang Negara ini adalah pemerintah maka pemerintah juga harus bersih dan cerdas. Bayangin deh jika uang hasil korupsi mereka kita jadikan bekal untuk membangun negeri ini, sudah berapa daerah yang berhasil kita ratakan pembangunannya coba? Puluhan bahkan bisa setengah dari pulau-pulau di Indonesia ini bisa kita bangun jikalau diumpamakan karena sangking besarnya jumlah uang yang terkorupsi. Dari kerugian Negara akibat tindakan korupsi tersebut sebenarnya Indonesia mampu membangun mega infrastruktur dan pembangunan lain yang mampu menjamin kekuatan ekonomi Negara, bagaimana tidak jika dana tersebut di olah secara maksimal kita bisa membangun jembatan yang dapat menghubung antar pulau, akses menjadi lebih mudah, biaya distribusi barang dapat diperkecil karena otomatis kita hanya memakai satu moda yaitu moda darat, serta ekonomi antar wilayah dapat dikontrol dengan baik. Dengan begitu perekonomian Indonesia menjadi kokoh dan seimbang. Apa sih yang ga dimilikin negeri ini? Tambang emas? Punya. Tambang batu bara? Punya. Tambang minyak? Gausah ditanya deh, candi terbesar juga ada di Indonesia, dan setiap tahunnya Indonesia mengirimkan pemuda-pemuda cerdas untuk mengikuti kompetisi dunia lho baik dalam bidang pendidikan, olah raga, bahkan kerjainan tangan dan tidak jarang kita selalu mengalungkan medali. Selain itu pemandangan yang indah di setiap pulau dan daerah mulai dari pegunungan, lembah, sampai pantainya yang menawarkan para wisatawan asing untuk datang. Apa lagi yang kurang? Ga ada kayanya. Jika kita berhasil dalam mengolahnya dan cerdas mempromosikannya itu merupakan motivasi besar untuk kita semua untuk membangkitkan Indonesia ke mata dunia. Semuanya itu bergantung pada kita bagaimana mengolah dan memanagenya. Kebayang kan guys gimana hebatnya Indonesia kalo penduduknya mampu mengolah negeri ini sendiri serta mencerdaskan pemerintahnya untuk menghindari korupsi. Indonesia menjadi Negara yang maju bahkan adidaya sekalipun. Bayangin Indonesia menjadi Negara pengekspor terbesar mulai dari bidang pangan hingga elektronik, selain itu mental para penduduk negeri ini menjadi baik dan saling toleran antar agama, antar suku, maupun daerah. Masing-masing sudah saling menghargai perbedaan, mampu berpikir positif bahwa semua orang memiliki kepentingan serta hak dan kewajiban. rasa saling memiliki juga tertanam dalam diri masing-masing sehingga kita bahu membahu menjaga keutuhan negeri ini dan seisinya. Betapa hebatnya suatu Negara jika rakyatnya benar-benar bersatu. Waw! It’s amazing! Dengan keadaan negeri ini yang makmur bakal mampu menarik wisatawan asing untuk melancong ke Indonesia, menikmati indahnya pemandangan negeri ini, ramahnya warganya, serta pelayanan mutu pariwisatanya. Pelancong asing dapat menjadi wadah promosi untuk lebih mengeksiskan Indonesia di mata Negara lain dan dapat menarik lebih banyak wisatawan. Selain itu akan banyak investor asing berinvestasi di negeri ini karena sudah percaya dengan Indonesia yang perekonomiannya tumbuh dengan kuat. Karena kuatnya investasi para perusahaan asing akan membantu dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Sehingga Indonesia akan terus mengalami peningkatan dalam hal daya saing global. Super banget kan gimana sebenarnya Indonesia kalau kita manage semaksimal mungkin guys.

Sunday, September 7, 2014



Darimana asal tinta ?

            Dalam kehidupan sehari – hari kita butuh menulis. Baik menulis menggunakan bolpoin atau teknologi seperti print, kita masih membutuhkan tinta. Pertanyaannya adalah darimana tinta berasal?
            “Kurang lebih 5000 tahun lalu, pahatan di cina terlihat timbul karena adanya tinta. Tinta permulaan itu terbuat dari campuran antara jelaga dari asap kayu cemara, lampu minyak dan jelatin dari kulit binatang serta darah yang dibekukan.
Tinta yang awal digunakan di india pada akhir abad keempat SM disebut masi, adalah campuran dari beberapa komponen kimia. Dokumen India yang tertulis dengan tinta pada Kharosthi (sejenis naskah kuno India) telah tergali di Turkistan Cina (sekarang Xinjiang). Praktek penulisan dengan tinta dan ujung yang lancip telah umum digunakan di India selatan. Beberapa jain sutra (naskah religi india kuno) India disusun dengan tinta. Di India, karbon hitam yang merupakan asal diproduksinya tinta India dihasilkan dari pembakaran tulang, aspal, pitch, dan substansi-substansi lainnya.
Pada romawi kuno, atramentum-lah yang dipergunakan. Di sebuah artikel pada Chirtisn science Monitor, Sharon J. Hutington menjelaskan sejarah tinta lainnya: “Sekitar 1.600 tahun lalu, resep tinta yang terkenal dibuat. Resep itu digunakan selama beberapa abad. ‘garam” besi, seperti asam fero (terbuat dari beri yang dilumuri dengan asam sulfur), dicampur dengan tannin dari galnut (mereka tumbuh di pepohonan) dan sebuah penebal. Ketika pertama kali dicelupkan pada kertas, tinta ini akan berwarna hitam kebiru-biruan. Lama-kelamaan warna dari tinta ini akan menjadi coklat redup.”

(http://masbadar.com/tinta-sejarah-bahan-dan-kandungan-kimia-nya/)
           
 Tinta identik digunakan sebagai sarana menggambar, dan menulis. Cair dan fleksibel. Sebuah kumpulan atau klub berisikan mahasiswa ESQ Business School yang ber-passion dalam bidang menulis dan menggambar menggambil nama ‘Goresan tinta emas’ . Tinta adalah sarana kreatifitas sedangkan emas adalah harapan bahwa goresan – goresan kreatifitas  yang dihasilkan akan bermanfaat , dan beharga layaknya emas.

Wednesday, September 3, 2014


Cerita gue di Jakarta (Trip to Kubah Emas)



 Ini masih cerita tentang rantauan gue di jakarta. sebenernya gue ga cuma ini doang maennya, ada yang gue lupa kali ya, apa emang cuma ini? hahaha.. yasudahlah ga penting, yang penting gue nulis buat ngisi mading kesayangan gue. jangan sampe isinya galau-galauan gue semua. temen kampus gue pernah ada yang bilang "lah, buat apa baca mading kamu. isinya galau semua." anonymous said . gue menyadari akan hal itu. 
        Gue orangnya ektrovert sh, jadi semuanya dikeluarin. Dan satu-satunya temen yg ga komen, yang cuek, yang ga ngasih nasehat apa-apa, ya blog gue ini. tapi anehnya setelah gue curhat di mading, hati gue tenang, adem bingit rasanya. nyeeeeep kaya laptop panas dikasih batu es *ajur_yang_ada...! Wouh, gue uda OOT (out of topic) banget nih dari judul. kembali ke jalan yang benar. selama di jakarta, gue juga pernah ke kubah emas bareng Nafida sama Astuti, tadinya mau sama Ramdha juga, tapi karena Ramdha ga bisa, yauda jadi betiga doang.
          Kita bertiga tuh gatau cara naik umum kesana, tapi tau sih kemana aja. tapi untungnya jaman uda canggih. oh iye, kubah emas tuh di depok buat yang gatau tapi. jam 10-an kalo gasalah kita berangkat menuju terminal kp. rambutan pake koantas bima 509 dari cilandak. nyampe rambutan, kita kan bingung tuh naik 19 atau 112, kita nanya ke satpam situ, ekh satpamnya ngocol mah yah. tapi gue lupa ngocolnya gimana soalnya gue lupa pa satpam ngomong apa. Dan pilihan jatuh ke angka 19. 
         Nyampe di terminal depok kita naik angkot  03 ke arah parung binggung, awalnya gue kira parung bingung, kenapa dinamain parung binggung apakah dahulu kala ada seseorang pengembara yang namanya raden parung dan dia kebingungan pas di pertigaan di depok, terus dia berjasa buat tempat itu, terus dia meninggal, terus jadilah tempat itu bernama parung binggung, biar ga ketauan jeleknya raden parung, jadi ditambahin 'g' buat menutupi. jangan percaya ya, ini gue ngarang.  Gue di angkot uda ngomong mulu ama babang angkot, 'bang turunin kita di parung binggung yh'. kenapa gue gitu, takutnya apa yang raden parung alamin malah kejadian lagi sama kita, nanti yang ada namanya diganti GuNafiTut binggung (Gue, Nafida, Astuti kebinggungan) haha. 'ini neng parung binggung' , terus dari situ gue lupa ceritanya. 
            Pas di pertigaan itu gue dkk ketemu teteh ida yang baik hati dan nunjukin kita arah ke kubah emas karena teteh itu rumahnya deket masjid kubah emas. Nyampe di kubah emas kita poto-poto terus solat, terus poto-poto lagi, terus makan di tempat makan deket mesjid, terus balik lagi, terus poto-poto lagi. banci kamera banget dah poto-poto mulu. hehe 
             Pulangnya kita pengen naik kereta, kebetulan gue juga pengen banget naik kereta karena emang gue belum pernah naik kereta. gue bahagia, akhirnya gue bisa rasain naik kereta gimana. kita turun di pertigaan terus jalan kaki ke stasiunnya, dan kita bertiga jalan lumayan tuh jauh banget. nyampe stasiun kita beli tiket terus nunggu di tempat yang salah dan keretanya bentar lagi berenti, akhirnya kita lari-lari noh naik turun tangga buat nyebrang  karena kalo lewatin rel takut kesandung sama kereta kan bahaya. mayan tuh, jalan jauh, terus lari-lari. ngos-ngosan dah tuh napas.
           Tapi setelah gue masuk kereta, cape gue terobati setelah gue duduk di kursi kereta, ternyata dalemnya bagus, gue kira kaya kereta di film 5 cm, taunya kaya busway dalemnya, tapi enakan kereta. penasaran gue gimana rasanya naik kereta terobati, kita poto-poto lagi dah. Haha. terus kita balik deh ke kosan. 
     


Tuesday, September 2, 2014




BAJAJ KEREN DAN CANGGIH
 


“Pelanggan adalah raja”. Semboyan itu pasti selalu ada di benak semua orang baik yang menjadi pengusaha maupun karyawan. Di India semboyan itu sangat di resapi oleh seorang pemilik bajaj, G Annadurai. Pria ini sangat memperhatikan kenyamanan untuk penumpang bajajnya. Bagaimana tidak? Bajaj yang dimilikinya ini diberikan berbagai fasilitas yang akan membuat kita bahkan mungkin bisa tidak sadar bahwa sudah sampai tujuan.
Bajaj ini di fasilitasi setara dengan taksi bahkan lebih. Terdapat wifi, televisi, majalah, koran, dan radio. Tak hanya bajajnya, pemuda 28 tahun ini juga memberikan pelayanan yang unik: memberi hadiah bagi pelanggan setianya, bagi guru dan pegawai rumah sakit tidak dipungut biaya, pada hari spesial seperti hari ibu, hari valentine, atau hari ulang tahun pelanggan setianya dia memberikan coklat bahkan jasa antar gratis.

Namun ia tak lupa untuk berbagi. Terbukti bahwa hasil keuntungannya dari bajaj ini dibagi untuk pendidikan anak-anak jalanan.