Tuesday, March 10, 2015

Gerakan Konsumen Hijau

https://www.youtube.com/watch?v=9GTKwxVk5t8 Gerakan konsumen hijau or Green consumer activity is a moral act in order to create a proper living environment. The point of this act is pushing society to care more about environment than ever. It started since Enviromental Impact Assestment (EIA) in 1970’s which obligate all industries to put environment as one of decision making factor. Unfortunately, not all industries are all cooperate with that obligation. For example companies claim their product to be toxic free, but what about things like pencil ? toys ? if it is toxic free, what is the alternative ‘non toxic’ material they use? Or maybe AC (air conditioner) company claims theirs to be Non-Chlorofluorocarbon aka ozone friendly ? but they really not? And the consumer or society to be exact, didn’t care about this matter at all. Consumer don’t realize that it isn’t about the earth but rather our own body and safety. But the future of our planet and ourselves isn’t hold by a person, it holds by the whole mankind. This green things we are going to explain will be meaningless unless the majority of us do it. It is for us, as a human, as a creature who live in the earth and it is the only place we call home. Let me tell you what are the benefits : • It pushes industries to be responsible with their product and tell us every single fact about their product • The society gets benefit for having so many safe product alternatives • The green activist gets benefit for lower the earth exploitation and people will be more responsible with those exploitations • The industry gets benefit for a precise amount of raw materials since everyone count on raw stocks they took from the nature • If this act really works, the consumer gets their real power to ask those industries to pay for what damage they’ve done to our body and the nature and again gain some guts to face their responsibility. All we have to do is to care more about the product we buy and asking for more exact information regards the product we are going to use. And also think far beyond about the damage we will cause if we choose this product compare to other product. For example : • Using handkerchief instead of tissue • Buying products once at a time to reduce packages and less shipping cost of course • Not buying used-once kind of product • Not using lights and electricity all the time • Etc Lets save ourself, our generations, and our planet so one day no one will blame each other for what mankind has done. Goresan Tinta Emas

Gerakan Konsumen Hijau

https://www.youtube.com/watch?v=9GTKwxVk5t8 Gerakan konsumen hijau adalah aktivitas moral dengan tujuan menciptakan lingkungan yang layak huni. Inti dari gerakan ini adalah mendorong masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan. Dimulai sejak Enviromental Impact assestment (EIA) pada tahun 1970-an yang mewajibkan semua industri untuk memasukkan sebagai salah satu faktor pengambilan keputusan. Sayangnya, tidak semua industri benar benar bekerja sama dengan kebijakan tersebut. Contohnya, perusahaan - perusahaan mengaku produk mereka tidak beracun, tapi bagaimana dengan barang - barang seperti pensil? mainan? jika benda itu bebas racu, bahan pilihan 'bebas racun' apakah yang mereka gunakan? atau perusahaan AC mungkin mengaku produk mereka Non-Chlorofluorocarbon atau aman untuk ozon? tapi sebenarnya tidak? dan konsumer atau masyarakat untuk lebih jelasnya, tidak peduli dengan masalah ini sama sekali. Konsumer tidak sadar bahwa ini bukan tentang bumi saja tapi lebih kearah tubuh kita dan keselamatan kita sendiri. Tapi masa depan planet ini dan diri kita tidak bergantung pada satu orang, ia bergantung kepada seluruh umat manusia. Hal - hal 'hijau' yang akan kami jelaskan tidak akan ada artinya kecuali mayoritas kita melakukannya. Untuk kita, sebagai manusia, sebagai mahluk yang hidup di bumi dan inilah satu satunya tempat yang kita sebut rumah. Mari kuberitahu apa untungnya : • Mendorong industri untuk bertanggung jawab dengan produknya dan memberitahu konsumen semua fakta mengenai produk mereka • Masyarakat diuntungkan dengan banyaknya pilihan produk yang aman The society gets benefit for having so many safe product alternatives • Aktivis hijau diuntungkan dengan eksploitasi bumi yang lebih rendah dan orang - orang akan lebih bertanggung jawab dengan eksploitasi tersebut. • Industri diuntungkan dengan kepastian persediaan bahan mentah karena semua orang memperhitungkan bahan mentah yang mereka ambil dari alam • Jika gerakan ini benar benar berhasil, konsumen akan mendapatkan kekuatan untuk meminta industri membayar kerugian yang mereka berikan pada tubuh kita dan alam.serta sekali lagi memperoleh keberanian untuk mengambil tanggung jawab. Semua yang harus kita lakukan adalah lebih peduli dengan produk yang kita beli dan meminta informasi lebih seputar produk yang akan kita gunakan. Dan juga berpikir jauh apa dampak yang akan kita berikan apabila kita memilih produk tersebut. Sebagai contoh : • Menggunakan sapu tangan daripada tisu • Membeli produk bersamaan dalam satu waktu untuk mengurangi bungkusan dan biaya pengiriman • Tidak membeli produk sekali pakai • Tidak menyalakan lampu dan listrik setiap waktu • Dll Mari selamatkan diri kita, generasi kita, dan planet kita jadi satu hari nanti tak ada seorangpun yang menyalahkan satu sama lain atas apa yang umat manusia lakukan. Goresan Tinta Emas

Thursday, February 12, 2015

Diriku

Selama ini aku merasa tidak wajar. Aku tidak suka bergaul dengan teman - teman dan membicarakan hal - hal yang menurutku tidak perlu. Atau tepatnya berkumpul dan bercanda itu melelahkan. Aku merasa ada yang salah tiap kali aku menimbang untung dan rugi dalam hal apapun. Bahkan ketika aku mencari kekasih. Semua orang berbicara ketulusan, sedangkan aku membutuhkan alasan atau imbalan yang jelas tiap kali aku melakukan sesuatu. Bagiku masa depan itu tidak penting,aku hidup di masa ini. Dan aku tidak mau dengar kisah fiksimu! Aku tidak akan menghormatimu sampai kamu membuktikan kualitasmu padaku. Aku seorang serigala tunggal. Aku tidak peduli pada perasaan. Emosi hanyalah bagian kecil dari manusia yang menghambat langkah - langkah besar. Aku percaya manusia saling mencuri satu sama lain. Apakah aku orang baik? Atau aku orang jahat? Aku tidak tahu lagi selama tujuanku tercapai. Orang tuaku membawaku ke lembaga test sidik jari hari ini. Untuk pertama kalinya dalam hidupku beban ini terangkat, Seorang professor mendengar ceritaku dan ia berkata, "Kamu terlahir dengan intelegensi sensing introvert, Tak ada yang salah dengan itu"

Ajip rosidi

Ajip Rosidi adalah sastrawan Indonesia, penulis, budayawan, dosen, pendiri, dan redaktur beberapa penerbit, pendiri serta ketua Yayasan Kebudayaan Rancage. Singkatnya, ia tokoh besar Indonesia di bidang tulis-menulis. Ajip Rosidi mulai menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Jatiwangi (1950), lalu melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri VIII Jakarta (1953) dan terakhir, Taman Madya, Taman Siswa Jakarta (1956). Saat di SMA tersebut, Ajip menolak ikut ujian karena waktu itu beredar kabar bocornya soal-soal ujian. Dia berkesimpulan bahwa banyak orang menggantungkan hidupnya kepada ijazah. “Saya tidak jadi ikut ujian, karena ingin membuktikan bisa hidup tanpa ijazah”. Dan itu dibuktikan dengan terus menulis, membaca dan menabung buku sampai ribuan jumlahnya. Walhasil sampai pensiun sebagai guru besar tamu di Jepang, Dia yang tidak punya ijazah SMA , pada usia 29 tahun diangkat sebagai dosen luar biasa Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran. Lalu jadi Direktur Penerbit Dunia Pustaka Jaya, Ketua Ikapi Pusat, Ketua DKJ dan akhirnya pada usia 43 tahun menjadi profesor tamu di Jepang sampai pensiun. Sumber : http://noelcatatanseorangjomblo.blogspot.com/2012/12/kisah-inspirasi-5-tokoh-indonesia-ini-sukses-tanpa-ijazah.html

Sunday, February 8, 2015

Purity Ring

"Free sex itu kan budaya orang barat" Mungkin anda pernah mendengar kalimat ini terlontar di Indonesia. Free sex atau seks bebas berarti melakukan hubungan seks dengan seseorang atau siapapun yang belum menjadi pasangan hidup anda secara resmi, dalam artian menikah. Seks bebas juga dapat dilakukan dengan siapa saja, bahkan dengan seseorang yang tidak memilki status dengan anda. Lucunya, beberapa orang akan menyalahkan budaya barat seputar free sex ini. Apakah salah ? Memang film film luar Indonesia khususnya Barat menonjolkan adegan adegan erotis di beberapa bagian, tapi, tahukah anda bahwa orang Barat memiliki budaya Purity Ring sebagai tanda perjuangan mereka demi mencegah seks bebas. Purity Ring adalah cincin yang dikenakan wanita atau pria muda sebagai simbol bahwa mereka berjanji akan menjaga keperawanan mereka sampai hari mereka akan menikah. Budaya ini telah berlangsung sejak tahun 1990, ketika administrasi pemerintah mengusulkan hal ini guna mencegah STD ( Sexual Transmitted Disorder ) atau penularan penyakit kelamin. Bagi seorang gadis, umumnya akan diadakan pesta dansa dengan ayahnya lalu mengucapkan sumpah dan mengenakan purity ring di jari manis, dan nantinya akan digantikan dengan cincin pernikahan di hari yang akan datang. Purity Ring dapat dikenakan oleh gadis yang memang masih perawan atau wanita yang sudah tidak perawan tapi telah lelah dengan pasangan yang silih berganti. Pada hakikatnya, semua manusia itu sama. Dimanapun mereka tinggal, emosi dasar yang dimiliki tak jauh berbeda. Seorang Ayah pada umumnya tak rela melihat gadis kecilnya dimiliki pria sembarangan hanya untuk dinikmati semalam. Seorang pria akan lelah dengan wanita yang silih berganti, hanya mendapat enaknya, tapi tidak pernah merasakan cinta yang sesungguhnya. Purity ring diciptakan berdasarkan kesadaran emosi - emosi bahwa seks memang nikmat dunia, tapi akan ada satu titik dimana manusia akan terlalu lelah dan bagi orang tua, tidak ingin anaknya merasakan kejenuhan tersebut atau melepaskan rasa cinta itu pada orang yang salah. jika anda ingin menyalahkan orang barat akan adanya seks bebas, mungkin anda harus berpikir ulang.

Friday, February 6, 2015

Neraka sesungguhnya

Aku bangun di saat semua orang bersiap - siap untuk makan siang. Meregangkan tubuhku dan akhirnya memutuskan untuk bangun ketika jam sudah melewati angka dua belas. Selalu begitu setiap hari. Merenung. Diam menatap keluar. Hanya menatap tidak ada pikiran. Hidup dari warisan orang tuaku. 2 milyar cukuplah untuk biaya 20 tahun kedepan kalau gaya hidupku seperti ini terus. Makan sederhana di warteg, memilih kos tanpa perabotan apapun, sisanya dihabiskan dengan jalan jalan dan ziarah ke makam orang tuaku. Sebulan sekali aku membayar seseorang untuk membersihkan kamarku. Datar... Tanpa pikiran. Tanpa masalah. Tidak ada yang marah marah padaku, atau menegurku karena aku memang tidak pernah membuat masalah. Tidak ada yang repot repot mengangguku karena dari penampilan saja aku tidak menarik untuk diganggu. Tidak ada yang mengajakku berkenalan, hah... Bagi orang - orang keberadaanku tidak terlihat. Secara keseluruhan aku memang baik baik saja. Lapar tidak, rumah ada. Hanya saja... Aku merasa.. Dosa terbesarku adalah.. Aku membuang waktuku cuma - cuma dan aku tahu itu Tapi aku terlalu malas untuk keluar dari kondisi ini. Inilah neraka sesungguhnya. by : Lala Harleta

Thursday, February 5, 2015

Dia, Zebaeda.

Oleh : Taralila Kala itu langit tengah menangis sedih dan menjatuhkan air matanya di atas karpet tanah yang sudah sobek dan retak tak karuan. Sama halnya dengan hati gadis yang sedang diguyur rasa gundah gulana yang berkecamuk dalam benaknya, meratapi kegundahannya di sisi jendela. Nama gadis itu Zebaeda, panggilan akrab untuk ia adalah Ze, ia saat ini duduk di bangku kelas tiga SMA. “Ting..tong..ting..tong..” Bel sudah menjerit tanda pelajaran akan dimulai. Kini suasana sekolah sudah tenang, dan saat itu kelas Zebaeda sedang belajar matematika Pak Khafi. yang gurunya terkenal akan motivasinya kepada siswanya untuk terus berusaha keras agar bisa melanjutkan ke PTN (Perguruan Tinggi Negeri). Ketika Ze pulang sekolah, ia selalu terngiang dalam benaknya kata-kata sang guru “Kalian itu kalau ingin lulus SNMPTN, pintar saja tidak cukup!!! Tapi kalian juga harus cerdas dan cerdik mengambil peluang.” Kata-kata itu yang menemani langkah pulang Ze. “Assalamu’alaikum.” Ia tiba di rumah. “Wa’alikumsalam, Ze sudah pulang?.” Ibunya menyahut Ze langsung menuju kamarnya bergegas membersihkan dirinya, setelah itu itu mencoba berdiskusi kepada kedua orangtuanya perihal kelanjutan pendidikan ia yang sudah harus ia hadapi. “Ze, kuliah dimana baiknya menurut Ibu sama Bapa.?” Ia memulai pembicaraan. “Untuk urusan itu, Bapa sama Ibu serahkan sama Ze keputusannya.” Ibunya bilang “Jadi Ibu Bapa setuju-setuju aja sama pilihan Ze.?” Ia menegaskan “Iya Ze.” Ibunya meyakinkan. Hati Ze tenang mendengar keputusan Ibu dan Bapanya, UN telah ia capai. Dan saat ini ia sebentar lagi mengahadapi ratusan juta manusia berebut untuk mendapatkan PTN. Try out demi try out ia hadapi, soal yang Pak Khafi berikan untuknya perlahan-lahan ia kerjakan dengan serius. Kata-kata yang keluar dari mulut Pak Khafi ia tanamkan dalam hati “Ingat, kalian harus pintar mencari peluang! Harus cerdas memilih jurusan, jangan selalu tergoda akan jurusan favorit, tidak semua jurusan itu bisa cocok untuk kalian! Semua jurusan itu baik tidak ada yang tidak baik.” Hari mendebarkan itu tiba, Ze berangkat dengan niat sungguh-sungguh dan dibekali restu orangtua juga keringat belajarnya ia berjuang. Soal-soal SNMPTN ia lahap sebisa otaknya berpikir. Dan ia tinggal menunggu hasil keringatnya itu. Sekian lama menunggu, pengumuman itu tiba. Tapi Ze tidak berani membuka hasilnya sampai keesokan harinya. “Kukuruyuk....kukuruyuk...” Para ayam sudah berceloteh ria di pagi hari Ze terbangun dengan mengusap kedua matanya, ia langsung mencari handphone yang biasa ia gunakan, barangkali ada temannya yang memberi informasi tentang kelulusanku. “ 5 pesan diterima.” Tulisan di hpnya Dan ia langsung lompat kegirangan setelah mengetahui bahwa ia lulus SNMPTN di pilihan ke-2 yaitu di Malang. To Be Continued..... AKANKAH ZEBAEDA BAHAGIA SETELAH ITU? APAKAH SEBALIKNYA, IA AKAN MENDERITA !!!

Monday, February 2, 2015

Pelajaran pertama ayah

Aku lahir di antara orang orang berdasi hitam rapih. Semua orang memanggilku tuan muda dan memujaku. Tak satupun dari mereka menentang perkataanku. Ayahku tidak pernah berbicara banyak, ia hanya memberikan apa yang aku minta. Kadangkala aku berpikir bahwa ayahku bukan orang yang jahat tapi kenapa kerap kali tamu asing berkunjung mereka menangis di hadapan ayahku, memanggilnya dengan nama - nama hewan serta berontak. Apakah begitu cara orang dewasa berkomunikasi ? Tapi kenapa ayah tidak pernah sekalipun membalas ? Ayah hanya mengangkat tangan kirinya keatas dan benda aneh bersuara keras akan membungkam mulut orang - orang tersebut. Dan selalu saja kakak kakak berbaju hitam menyeret tubuh tak bergerak itu keluar. Aku tidak pernah paham. Waktu demi waktu kuhabiskan bersama pria yang kupanggil paman. Badannya tinggi, rambutnya panjang, sedikit berbeda dengan ayah, paman selalu tersenyum. Aku suka sekali dengan paman. Umurku enam tahun sekarang, aku belajar banyak dari paman. Paman mengajariku naik sepeda, bermain pisau, main dorong - dorongan, mengajariku mengerti huruf huruf di buku orang dewasa, beliau bahkan mengajariku cara berkata R yang benar. Ayah tidak pernah mengajariku hal hal tersebut. Bukan, Ayah tidak pernah mengajariku apapun. Suatu malam aku berlari - lari kecil membawa pisau di saku sampingku untuk dimainkan bersama paman. Paman bilang ia akan mengajarkanku cara menusuk yang baru. Aku tidak paham kenapa aku suka pisau, aku hanya suka. pisau ini hadiah dari paman. Kata paman anak laki laki harus tahu cara membela diri, meskipun aku tidak terlalu paham apa yang harus dibela. Tiba tiba kudengar teriakan dari ruangan Ayah. Teriakan paman! Apa paman sedang mengobrol dengan ayah karena beliau menggunakan bahasa binatang. Aku bersemangat sekali menuju kamar ayah. Jangan - jangan malam ini aku bisa bermain bersama ayah dan paman. Pasti mengasyikkan. Beruntung pintu ruangan terbuka! jadi aku lebih mudah masuk, tidak usah dibantu! "Paman! main yuk!" Sorakku masuk, tapi pemandangan pertama yang aku lihat adalah paman berlumuran cairan berwarna merah di pundaknya, ia menahannya kuat - kuat dengan tangannya, seolah olah paman tidak ingin cairannya keluar lebih banyak. Di baliknya terlihat ayah duduk tenang tanpa ekspresi dengan mengangkat tangan kirinya seperti yang biasa ia lakukan, dan kakak di sebelah ayah memegang benda aneh itu. Paman melihat ke arahku dengan pandangan aneh, tapi membuatku takut. Mata paman melebar seolah bertahan untuk tetap sadar. Kakak kakak baju hitam meneriaku untuk lari ketika paman berlari ke arahku, entah kenapa badanku tak mau bergerak, dan paman menangkapku. "JANGAN MENDEKAT!" paman berteriak sangat keras, genggamannya pun bertambah erat sampai aku meringis. "KALAU MENDEKAT ANAK INI AKAN KUBUNUH !!!" Bunuh ? apa madsud paman ? Ayah hanya memandangi aku dengan sorot mata dingin. apa yang terjadi ? "Paman..membunuh itu artinya manusia tidak akan bergerak lagi kan ?" tanyaku memecah keheningan. "Paman bilang orang membunuh karena mereka tidak ingin keberadaan orang yang dibunuh. Apakah paman tidak suka denganku ?" Aku menatap paman meminta kejelasan. Paman terdiam sejenak lantas tertawa keras, pisau yang digenggamnya makin menempel. "Tentu saja aku tidak pernah suka denganmu, nak! kamu ini polos sekali!" Untuk pertama kalinya aku merasakan sakit di dadaku, "Kamu membunuh kakak perempuanku satu - satunya ketika melahirkanmu! dan sekarang aku harus berada di bawah perintah laki - laki tak punya hati! Laki - laki yang mewariskan darahnya padamu! Darah hina! Dengar, aku mengajarimu macam - macam hal supaya kalau dewasa nanti kamu bisa menyingkirkan ayah busukmu! Sayang, ayahmu tahu duluan sehingga aku tak bisa mengisi kenangan - kenangan indah bersamamu !" Aku tercengang mendengar perkataan paman. Meskipun aku tidak begitu paham, tapi entah mengapa rasanya dadaku bergemuruh. Sesuatu mendesak dalam diriku, sangat cepat, meluap - luap. Aku tidak suka paman. Hanya itu yang aku pikirkan. Tanpa sadar aku mencabut pisau di kantong sampingku dan menusukkannya pada paman. Aku yakin pasti sakit, paman pernah menggores jariku saat bermain dengan pisau dan rasanya tak tertahankan. Paman berteriak kesakitan, "ANAK KURANG AJAR" Aku mundur beberapa langkah, berdiri menyaksikan paman berlutut seperti anjing penjaga rumah ini. Paman mencabut pisau dari lututnya, hendak berdiri.aku penasaran apa yang akan dilakukannya, tapi suara keras yang biasa kudengar menggema. Cairan merah darah keluar dari dahi paman dan ia tersungkur. Tangannya bergetar tapi paman tidak bergerak bebas. Aku melihat ke belakang, ayah memegang benda aneh yang biasanya hanya dipegang kakak kakak berdasi hitam. Kami berpandangan, pertanyaan pertama ayah kepadaku terlontar dari mulutnya, "Bagaimana perasaanmu ?" "Aku tidak suka paman. Aku ingin paman pergi karena paman berkata tidak sesuai biasanya. Paman bilang paman sayang aku" Kataku datar dan lantang. Ayah tersenyum kepadaku. Selama bertahun - tahun baru kali ini ia tersenyum. "Perasaan yang kamu rasakan sekarang, disebut pengkhianatan" Itulah pelajaran pertama yang aku dapat dari ayah. Pengkhianatan.

Friday, January 30, 2015

Warna warni kehidupan

Kami lahir setelah Tuhan menciptakan manusia dan membiarkan cecunguk - cecunguk yang Beliau sebut "Khalifah muka bumi" itu melupakan diriNya. Aku adalah si merah, aku elemen terjujur yang akan pernah kamu temui. Ego-ku besar, dan aku tak peduli perasaan orang lain selama mimpiku tercapai. Aku orang ambisius, dan menyebalkan, kamu tidak akan pernah melihat kelemahanku meskipun di belakang kalian aku memilki rasa menyalahkan diri sendiri yang lebih besar dibanding elemen lain. Dia si Hijau. Jika hijau ada di sisiku ia adalah sahabatku, bila ia bersebrangan denganku maka ia adalah musuhku. Hijau sangat realistis, ia tidak mau rugi. Ketelitian yang ia memilki sangat mengangguku, si merah, namun terkadang ia menghindarkanku dari bahaya. Jika menurut Hijau resiko yang akan ditempuhnya besar, ia akan pergi begitu saja. Yang selalu bicara adalah si Kuning. Aku tidak pernah paham kenapa si Kuning suka sekali meladeni yang lain. Manusia sepertinya sangat menyukai si kuning. Sepertinya mahluk sosial sangat suka dengan elemen humoris, kreatif dan apa yang disebut manusia 'menyenangkan'. Kuning selalu mengiyakan ajakan siapapun walau sebenarnya dia belum berpikir masak - masak. Di pojokan ada si Biru. Aku sangat menyukai Biru karena Biru selalu pasrah. Kadang kasihan juga dengan Si Biru, ia selalu mendengarkan, memikirkan perkataan yang lain dan tidak pernah bisa menolak ajakan kami bertiga dan tidak akan marah meskipun kami menjahilinya. Kebaikan dan kerendahan hati si Biru memang antara bodoh dan menakjubkan. Bahkan aku sendiri tak pernah tau kesulitan dan apa yang diinginkan Si Biru karena ia sendiri tak pernah mau bilang. Kami berempat merasuki setiap jiwa manusia dan membiarkan mereka untuk menguasai salah satu dari kami dan membiarkan sisanya terpendam atau malah beberapa sangat rakus dan menguasai kami semua. Keberadaan kami mewarnai dunia ini, kamilah pencipta perang dan kebahagiaan. Manusia menyebut kami "Sifat" Nah.. yang manakah kamu? By : Lala harleta

Judul : warna warni kehidupan By : Lala harleta

Kami lahir setelah Tuhan menciptakan manusia dan membiarkan cecunguk - cecunguk yang Beliau sebut "Khalifah muka bumi" itu melupakan diriNya. Aku adalah si merah, aku elemen terjujur yang akan pernah kamu temui. Ego-ku besar, dan aku tak peduli perasaan orang lain selama mimpiku tercapai. Aku orang ambisius, dan menyebalkan, kamu tidak akan pernah melihat kelemahanku meskipun di belakang kalian aku memilki rasa menyalahkan diri sendiri yang lebih besar dibanding elemen lain. Dia si Hijau. Jika hijau ada di sisiku ia adalah sahabatku, bila ia bersebrangan denganku maka ia adalah musuhku. Hijau sangat realistis, ia tidak mau rugi. Ketelitian yang ia memilki sangat mengangguku, si merah, namun terkadang ia menghindarkanku dari bahaya. Jika menurut Hijau resiko yang akan ditempuhnya besar, ia akan pergi begitu saja. Yang selalu bicara adalah si Kuning. Aku tidak pernah paham kenapa si Kuning suka sekali meladeni yang lain. Manusia sepertinya sangat menyukai si kuning. Sepertinya mahluk sosial sangat suka dengan elemen humoris, kreatif dan apa yang disebut manusia 'menyenangkan'. Kuning selalu mengiyakan ajakan siapapun walau sebenarnya dia belum berpikir masak - masak. Di pojokan ada si Biru. Aku sangat menyukai Biru karena Biru selalu pasrah. Kadang kasihan juga dengan Si Biru, ia selalu mendengarkan, memikirkan perkataan yang lain dan tidak pernah bisa menolak ajakan kami bertiga dan tidak akan marah meskipun kami menjahilinya. Kebaikan dan kerendahan hati si Biru memang antara bodoh dan menakjubkan. Bahkan aku sendiri tak pernah tau kesulitan dan apa yang diinginkan Si Biru karena ia sendiri tak pernah mau bilang. Kami berempat merasuki setiap jiwa manusia dan membiarkan mereka untuk menguasai salah satu dari kami dan membiarkan sisanya terpendam atau malah beberapa sangat rakus dan menguasai kami semua. Keberadaan kami mewarnai dunia ini, kamilah pencipta perang dan kebahagiaan. Manusia menyebut kami "Sifat" Nah.. yang manakah kamu?

Thursday, January 29, 2015

Dejavu di Balik Jendela Kereta

Suara kelembutan celine dion feat Ildivo dan Seamo menemani jalanku, inilah secarik kisahku. Lagi-lagi hal ini menambah pengalaman, ketenangan, dan tentunya keimanan kepada Allah SWT. Tak bisa kutuliskan semua rasa yang aku lihat, aku dengar aku rasakan, aku hanya ingin berteriak saat ini, “TUHAN,, TERIMAKASIH ATAS ALAM INDAH YANG TELAH ENGKAU CIPTAKAN INI, DAN AKU AKAN SELALU BERSYUKUR ATAS KESEMPATAN YANG TELAH ENGKAU BERIKAN UNTUK DAPAT MELIHATNYA.” Iya, kali ini, Jakarta. Jakarta adalah kota ketujuh yang telah aku pijak setelah Bekasi, Jakarta, Tanggerang, Bandung, Manado, dan Depok. Tentunya masih banyak orang yang lebih hebat daripada aku yang telah menginjakkan kaki di luar negeri. Aku hanya bisa bermimpi dapat mengikuti jejak mereka. Betapa besarnya nikmat Allah yang telah diberikan kepadaku. Aku sang anak dari seorang satpam, dapat naik kereta eksekutif pertamaku yang harga satu kursinya mencapai 450ribu rupiah. Mungkin bagi sebagian orang hal ini adalah hal yang biasa dan sepele. Buat mereka yang golongan borjuis naik, Silk Air pun sudah biasa. Namun, bagiku ini adalah hal yang LUAR BIASA. Terlebih lagi aku mendapatkan ini secara GRATIS!!! Iya, aku diundang ke SMA SEMESTA, salah satu sekolah yang melahirkan banyak juara hebat. Diundangnya aku kesini adalah dalam rangka mengisi “SEMESTA OLYMPIAD CAMP”. Sebuah kamping olimpiade untuk anak-anak yang dinaungi oleh Horizon Education. Aku senang sekali. Kesenangan pertama, karena aku dapat mengamalkan ilmuku kepada orang lain. Karena berhubung sebagai pelatih (bukan murid lagi seperti dulu), tentu aku dibayar bukan membayar. Rasanya seperti kemarin aku belajar dengan keras semalam suntuk, belajar untuk Olimpiade Ekonomi. Masih teringat olehku saat menangis dimarahi di ruang IT, dipanggil ke kantor untuk pindah lagi ke Biologi, olimpiade yang aku gagal di tingkat Nasional. Sinisme dari banyak orang yang tidak mempercayaiku. Kini aku hanya dapat mengucapkan terima kasih kepada mereka, atas segala perbuatan mereka. Karena berkat mereka, aku bisa sekuat ini. Tak tertinggal pula terima kasih kepada Pa Mujib, Bu Neneng, Bu Nurul, Bu Siwi dan seluruh teman-temanku Baringer Arizona. Sekarang aku yang mengajar. Teringat pula duka cita-ku. Dulu aku susah payah meminta izin dari sekolah untuk ikut pelatihan (walaupun sekolah hanya memberi 500 ribu dari 3 juta yang aku bayar), meskipun harus UAS sepulang OSP, tidur pukul 1 malam dan tahajud pukul 4 dini hari. Kini semua hampir terbayar lunas. Allah SWT telah memberiku kesempatan untuk merasakan nikmatnya. Penghasilanku lebih besar dari biaya yang aku keluarkan dulu, total uang yang aku dapat disaku-ku saat ini, Rp 4.620.000,00. Nominal yang lebih besar dibanding kerja dua bulan ayahku, aku hanya perlu satu minggu untuk mendapatkannya. Ternyata pepatah “BARANG SIAPA-YANG BERSUNGGUH-SUNGGUH MAKA IA AKAN BERHASIL” itu benar.Aku menjadi buktinya. Aku bisa jalan-jalan gratis, dan merasakan sedikit nikmat dari Allah. Dan yang terpenting lagi ini semua gratis, tanpa membebani orang tuaku sepeser pun. Malah rencanaku aku akan memberikan semua uangku kepada orangtuaku saat di Bekasi nanti. Bagiku uang segitu belumlah cukup untuk mengucapkan rasa terima kasihku kepada mereka karena telah mendidikku, membesarkanku, dan seluruh kasih sayang yang mereka berikan. Aku juga senang karena Allah SWT telah menunjukkan kepadaku betapa indahnya dunia ini. Betapa luasnya dunia, sehingga aku tidak sabar untuk menuju tempat berikutnya yang akan aku singgahi. Aku percaya Allah mempunyai rencana yang indah kepadaku. Aku pernah bermimpi untuk menginjakkan kakiku di Universitas di Luar Negeri. Dan negara itu adalah Australia. Di mimpiku yang terdalam adalah Faculty of Economics and Business Melbourne University. Aku yakin Allah pasti memberikanku jalan yang terbaik. Ini saja aku sudah bisa merasakannya. Dan asal kalian tahu, tempat yang aku datangi di semarang, sebelumnya pernah ada di mimpiku. Dan rasanya seperti dejavu. Yang tentunya ini bukan pertamakali dejavu ku, masuk Asrama SMA ternaif di Bandung, mendapat Medali emas Olimpiade Nasional Ekonomi, melihat indahnya terumbu karang laut taman makara FEUI, menatap nama Allah yang terukir besar diatas mesjid tertinggi, adalah dejavu-dejavu ku yang lainnya. Hamparan ladang sawah yang hijau, membuat hujan turun dari mataku saat menulis ini. Ternyata kekuatan MIMPI ITU NYATA.Terima kasih Tuhan, engkau telah mengizinkan hambamu yang hina ini untuk merasakan indahnya mimpi ini, rasanya aku tak ingin terbangun dari mimpi ini. Teruslah bimbing hambamu ini menuju jalan indah yang telah engkau rangkai selama hidupku. Inspired by D.M.A _Kereta api eksekutif Argo Bromo Anggrek, Semarang-Gambir Vera Ramdhani

“Sudah ku bilang Kau ini Emas”

Sosok natural itu menyebarkan cahaya pada gelap gulita Tegak tubuhnya tetap berdiri kuat di antara yang terkuat Pancaran bola mata yang deras akan keyakinan Jejak tapak kaki menjadi saksi dalam langkahnya Tetes demi tetes air mengiringi hiruk pikuk perjalanan Letihnya masih menari di pundak dan lutut kaki Di saat percaya itu mulai meradang kalbu Namun, tetap gigih di samping kerikil tajam Menaruh imajinasi dalam estetika Mengangkat nama menjadi sebuah senyuman lebar Terekam apik pada bingkai kehidupan Kau itu memang Emas Pemberi kemilau dan tetap kemilau Kau itu memang Emas Dimana pun akan tetap menjadi Emas By : Halida Farhana

Sunday, November 30, 2014

Panggil saja aku si Agen Perubahan

Dengan menyebut nama Allah yang maha Pemurah lagi maha Penyayang. Langkah kaki ini akan diteruskan dimana saja ada ilmu-ilmu Allah berada. Niat dihati ini masih ingin berlanjut menjadi insan yang bermanfaat dengan segudang pengalaman, supaya ilmu yang dimiliki bukanlah semata-mata hanya dari sumber bacaan, melainkan juga merupakan dari suatu tindakan dan aksi yang nyata. Lewat kedua hal tersebut, akan terbentuk inovasi baru, langkah baru dan juga sebuah perubahan demi Indonesia baru dan Indonesia yang lebih maju. Izinkanlah aku memperkenalkan diri, orang memanggilku bukan dengan sebutan yang biasa, misalnya dengan nama depan dari nama lengkap ataupun nama panggilan sewaktu kecil. Mereka memanggilku dengan sebutan ‘Si Agen Perubahan’. Tapi ketahuilah, banyak dari mereka yang bilang bahwa aku terlahir dengan membawa banyak potensi. Segumpal daging yang berjalan diatas bumi. Tampak dari luar memang kesan pertama orang yang bertemu denganku akan mengira aku bukanlah apa-apa. Tapi seperti kata pepatah. Jangan melihat buku hanya dari sampulnya saja. Maka dari itu, mari kenal lebih dekat denganku… Setiap orang dilahirkan dengan membawa beratus - ratus potensi dalam dirinya, potensi menjadi seorang pemimpin, pebisnis, penulis, pemusik, penikmat seni ataupun seorang akademis. Jika ada diantara kita yang berkata "aku tidak punya potensi" berarti dia sedang menghina Maha Sang Pencipta dan Maha Sang pemberi potensi yaitu Allah SWT. Dimana semua ciptaan Allah pasti ada maksud dan tujuan baiknya. Semua manusia mempunyai potensinya masing-masing, semua hebat dengan cara dan gayanya masing-masing. Tinggal bagaimana kita bertindak dan berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan potensi yang kita miliki. Aku pun yakin dilahirkan dengan banyak potensi yang unik. Yang hanya ada satu di dunia ini. Karena aku adalah pemuda yang dilahirkan di tanah air tercinta, Indonesia raya. ya hanya satu-satunya di dunia. Dunia akan rugi ketika aku hilang, dunia akan mengalami ketidakseimbangan ketika aku tidak ada, dunia akan merasa sedih, sedih karena kehilangan satu dari banyak bagian terpenting yang telah Allah ciptakan. Karena aku tahu Allah telah merancangkan sebuah rencana, rencana berupa potensi besar yang diberikan didalam diriku untuk dikembangkan dan dapat digunakan untuk mengubah Indonesia baru, Indonesia yang lebih maju. Dimana masa ke-emasan Indonesia dapat terwujud. Karena akulah sang pemuda Indonesia yang nantinya akan membuat suatu perubahan. Aku adalah pemuda generasi emas penerus bangsa, penopang dan suatu pondasi dari sebuah Negara. Masih ingatkan kalian perkataan bung karno? “beri aku 10 pemuda, maka akan aku guncankan dunia”. Sehebat itukah peran pemuda bagi sebuah peradaban suatu bangsa? Sehebat itukah kemampuan dari pemuda-pemuda dalam membawa suatu perubahan? Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, maka ketika Indonesia memiliki kualitas dan kuantitas sumber daya alam manusia yang baik, yaitu para pemudanya, maka bukan suatu hal yang mustahil untuk Indonesia menuju masa keemasannya. Bukankah demikian? Pernahkan kau membayangkan Indonesia berada di peradaban yang maju dimana Indonesia mencapai puncak masa keemasannya? Dimana semua lapisan masyarakat hidup damai dan berkecukupan, adanya pemimpin yang adil, banyaknya pengusaha dan pemuda-pemuda hebat menginspirasi yang melek dengan bahasa dan teknologi, alim ulama yang menjadi teladan bagi generasi penerus islami, berjayanya ekonomi syariah sebagai suatu sistem perekonomian negara Indonesia bahkan dunia, dan masih banyak lagi faktor-faktor lain yang menggambarkan Indonesia yang maju. Karena hal itu…. Aku membayangkan ketika Indonesia di pimpin oleh pemimpin yang ideal…. Maksudku ketika Indonesia mempunyai pemimpin yang memiliki kriteria seperti ini : Pertama, Shiddiq artinya jujur. Kejujuran adalah syarat mutlak untuk menjadi seorang pemimpin. Pemimpin yang jujur maka akan jauh dari sifat dusta dalam kepemimpinannya. Kedua, Tabligh artinya menyampaikan atau komunikatif. Seorang pemimpin harus mempunyai sifat terbuka kepada seluruh masyarakatnya. Apa yang telah menjadi kebijakannya harus disampaikan kepada rakyatnya. Ketiga, Amanah artinya terpercaya. Amanah juga merupakan sifat wajib yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Dengan memiliki sifat amanah, maka pemimpin akan senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat yang telah diserahkan diatas pundaknya. Keempat, Fathonah artinya cerdas. Seorang pemimpin seyogyanya harus memiliki kecerdasaran di atas rata-rata masyarakatnya. Hal ini dimaksudkan agar pemimpin tersebut memiliki rasa percaya diri untuk memimpin rakyatnya. Bila Indonesia kini dikatakan sedang mengalami krisis pemimpin yang ideal, maka aku sebagai pemuda Indonesia harus menjadi pemimpin yang ideal demi terwujudnya Indonesia emas Aku membayangkan ketika Indonesia dipenuhi oleh para pengusaha muda hebat yang professional dibidangnya…. Dimana Indonesia merupakan penopang dari perekonomian dunia. Ketahuilah negara maju adalah negara yang setidaknya memiliki dua persen masyarakat yang memilih sebagai wirausaha. Karena wirausaha adalah tulang punggung ekonomi nasional. Dari Data Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) menyebut, hanya sekitar 0,18 persen masyarakat atau 2,38 juta penduduk Indonesia yang memilih menjadi pengusaha. Padahal, idealnya, jumlah ini sudah mencapai 4,76 juta dari sekira 238 juta penduduk Indonesia saat ini. Indonesia masih defisit pengusaha. Jumlah pengusaha Indonesia saat ini hanya satu persen, negara maju bahkan sudah lima persen. Paling tidak kita butuh empat persen lagi karena Indonesia akan menjadi 10 negara terbesar di dunia. Kita perlu mengejar ketertinggalan ini dengan memberi rangsangan kepada pengusaha baru, Demi terwujudnya Indonesia yang maju, maka aku sebagai pemuda Indonesia akan menjadi seorang pengusaha muda sukses dan hebat. Yang mana akan membawa Indonesia pada status Negara maju karena memiliki pengusaha dengan persentase di atas 5%. Aku membayangkan ketika Indonesia memiliki para pemuda yang hebat yang menginspirasi Indonesia… Karena Generasi pemuda adalah tonggak bagi para sesepuh bangsa untuk melanjutkan perjuangan demi mencapai tujuan. Para pemuda adalah tulang punggung bangsa, mereka dipercaya untuk mengemban tugas membuat bangsa indonesia menjadi lebih baik dari segala aspeknya, mulai dari aspek pangan sampai perpolitikannya. Karena bagaimanapun masa demi masa para sesepuh bangsa harus segera mundur dan berganti dengan para pemuda yang cakap dan pemberani dalam memegang kebijakan. Aku juga membayangkan ketika para pemuda Indonesia dipenuhi oleh berbagai bidang dan skill yang mereka kuasi, seperti kemampuan berbahasa asing, melek teknologi dan yang paling penting adalah pemuda yang bergerak aktif dalam dunia penulisan. Semakin banyak penulis muda yang hebat, maka semakin mudah bagi Indonesia untuk menuju perubahan yang signifikan. Karena melalui tulisan, manusia beralih dari zaman prasejarah menuju sejarah. Peradaban berkembang semakin cepat karena huruf-huruf yang tergores mulai dari dinding, daun, kertas, sampai yang tersimpan secara digital. Dengan tulisan, masa lalu dapat dipelajari sehingga bisa diperbaiki. Peradaban modern telah mensyaratkan manusia untuk menulis. Menulis menjadi pekerjaan sehari-hari. Sejak berusia muda, manusia sudah harus mulai mengenal huruf, angka, dan beberapa tanda baca yang melengkapi keduanya. Semakin maju peradaban, tulisan menjadi semakin penting. Melalui tulisan, manusia menuangkan pemikiran. Dan pemikiran menjadi semakin berkembang. Alhasil, peradaban pun berkembang, melalui tulisan. Pada akhirnya, manusia itu sendiri yang mendapat manfaat dari perkembangan peradaban. Sehebat itulah kekuatan sebuah tulisan? Aku pun sangat ingin menjadi apa yang dikatakan diatas. Menuangkan pikiran, sehingga membuat peradaban menjadi berkembang. Dan aku bisa menebar manfaat untuk orang banyak. Dengan menulis kebaikan dapat tersalurkan (Dakwah Bil Qolam). Dengan menulis terciptanya sarana kebebasan, ruang berekspresi, dan keinginan mengubah Indonesia. Sebagai generasi penerus bangsa, maka aku sebagai pemuda Indonesia akan melajutkan cita-cita luhur para sesepuh untuk mengabil alih kendali atas Indonesia untuk menuju perubahan yang lebih baik. Disamping itu semua, bayang-bayang sederhana tentang perubahan Indonesia yang sudah dituliskan di atas, maka bukan hanya aku, tetapi juga kamu dan kalian. Sebagai pemuda Indonesia, sebagai penerus generasi emas bangsa, sebagai pemegang obor estafet perjuangan, sebagai tonggak kendali semua perubahan, sebagai titik utama dari majunya Indonesia. Mari sama-sama menjadi seorang pemimpin yang ideal, pengusaha muda yang hebat dalam berwirausaha, pemuda yang menginspirasi banyak orang. Agar Indonesia yang kita angan-angankan bukan hanya sekedar angan-angan semata, agar Indonesia yang menjadi Negara maju bukan hanya isapan jempol belaka, agar Indonesia yang mempunyai begitu banyak sumber daya alam dan sumber daya manusia yang hebat dan berkualitas bisa bersaing di dunia global, agar Indonesia dengan begitu banyak para pemuda-pemuda yang nantinya akan membawa dampak dan pengaruh bagi terwujudnya Indonesia emas bukan hanya impian semata. Aku, kamu dan kalian… adalah para pemuda Indonesia!

“Kejayaan Sektor Maritim Indonesia Emas 2045”

Indonesia dikenal sebagai negara maritim terbesar di dunia, karena memiliki luas perairan sekitar 5,8 juta km2 atau sekitar 1,3 % luas perairan dunia yang juga terdiri dari ribuan pulau yang saling berhubungan satu sama lain dari sabang sampai merauke, sehingga wajar bila Indonesia menjadi salah satu negara yang digunakan sebagai jalur transportasi laut yang dilewati banyak kapal dari berbagai negara dunia, sehingga ketika sektor-sektor maritim ini jika dikembangkan dengan baik maka akan dapat membantu negara untuk mencapai tujuan ekonomi, sosial, dan politik sehingga kesejahteraan rakyat dan kemakmuran atau gemah ripah lohjinawe tidak hanya mimpi lagi. Menurut Mahan, untuk menjadi sebuah negara maritim, maka negara tersebut harus memenuhi 6 (enam) syarat yaitu lokasi geografis, karakteristik dari tanah dan pantai, luas wilayah, jumlah penduduk, karakter penduduk, dan lembaga pemerintahan. Sebagai negara maritm atau bahari, Indonesia tidak hanya memiliki satu “laut utama” atau heart of sea tetapi paling tidak ada tiga laut utama yang membentuk Indonesia sebagai sea system yaitu laut Jawa, laut Flores dan laut Banda. Laut Jawa sendiri merupakan kawasan jantung perdagangan laut kepulauan Indonesia dan telah terintegrasi oleh jaringan pelayaran dan perdagangan sebelum datangnya bangsa Barat. Sementara itu Houben seorang sejarawan dari belanda menyatakan bahwa laut Jawa bukan hanya merupakan laut utama bagi Indonesia, tetapi juga merupakan laut inti bagi kawasan Asia Tenggara (Suroyo, 2007). Dilihat dari aspek fisik atau georafisnya, indonesia sendiri letaknya sangat strategis yaitu terletak antara dua benua yaitu Asia dan Australia, dan antara dua samudra yaitu Samudra Hindia (Indonesia) dan Samudra Pasifik. Dilihat dari perjalanan dalam sejarahnya bangsa Indonesia pernah mengalami kejayaan dalam bidang maritim. Hal itu dapat diketahui dari adaya masa kejayaan kerajaan-kerajaan maritim yang pernah tampil dalam sejarah Indonesia. Diantara kerajaan-kerajaan itu seperti kerajaan Sriwijaya, Majapahit, Gowa Tallo Mataram Islam atau kota-kota pelabuhan dimana menjadi pusat kekuasaan raja-raja yang juga saling berhubungan melalui transaksi perdagangan dan pelayaran perahu. kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan maritm terbesar yang berlangsung dari abad 7 sampai 14. Dalam dunia perdagangan dan pelayaran, Sriwijaya berhasil menguasai hampir semua wilayah perairan di Nusantara antara lain laut Jawa, laut Banda, dan sebagian laut di wilayah Indonesia Timur. Di samping itu Sriwijaya juga menjalin hubungan dagang dengan India di sebelah barat, dengan Birma dan Melayu di sebelah utara, serta dengan Siam, Kamboja, Cina dan Pilipina, Kalimantan utara di sebelah timur laut. Bahkan Juga pedagang-pedagang dari kerajaan itu telah berlayar sampai pelabuhan-pelabuhan di Cina dan pantai Timur Afrika. Pada Abad ke-17, setelah kemerosotan kerajaan mataram, banyak bermunculan kerajaan-kerajaan islam dan juga para pelaut baik dari makasar dan bugis yang melakukan pelayaran hampir ke seluruh parairan Nusantara (Indonesia) bahkan sampai ke Kedah, Kamboja, Ternate dan juga ke Sulu (Pilipina). Dengan demikian sebenarnya sampai abad ke 17, wilayah Nusantara telah terintegrasi dalam suatu jaringan pelayaran dan perdagangan dari berbagai suku bangsa yang ada di kawasan itu dan dengan kata lain bahwa kelompok-kelompok masyarakat di Indonesia pada waktu itu telah memiliki jiwa bahari, yaitu suatu keyakinan bahwa laut merupakan salah satu sumber kehidupan yang utama sehingga ada filosofi "hidup dengan dan dari laut" (Makasar: Yayasan kebudayaan Sulawesi Selatan dan Tenggara, 1961). Wilayah laut Indonesia merupakan wilayah terbuka, maka dengan leluasa kekayaan laut di Indonesia berpotensi untuk dimanfaatkan bangsa lain tanpa ada kemampuan untuk melindunginya. Sebagai negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau yang saling berhubungan satu sama lain dari sabang sampai merauke, Indonesia juga harus memperhatikan pulau-pulau yang ada diluar atau terluar karena banyak dari pulau-pulau terluar ini yang belum mempunyai nama, sehingga sangat mudah bagi negara lain mengklaim bahwa pulau tersebut milik mereka, sementara kapal angkatan laut Indonesia sendiri yang berfungsi untuk mengamankan masih lambung tunggal, yang mana kalau dibandingkan dengan kapal trimaran (lambung tiga) kurang handal baik ditinjau dari segi teknis maupun ekonomisnya. Selain itu sebagai negara maritim, juga harus diperhatikan dari jalur transportasi laut ini yaitu keamanan, karena kecelakaan transportasi laut di Indonesia ini juga masih tinggi seperti contoh di tahun 2007, kecelakaan sampai 159 kali dengan korban sekitar 130-an jiwa (Ditjen Hubla, 2006). Kecelakaan ini bisa disebabkan dari 3 hal yaitu kapal, manusia, ataupun lingkungannya, tetapi faktor yang paling berpengaruh yaitu manusia. Selain itu semua perkiraan ancaman dan gangguan lainnya yang mungkin dihadapi Indonesia ke depan antara lain meliputi kejahatan lintas negara seperti penyeludupan, pelanggaran ikan ilegal, pencemaran dan perusakan ekosistem, imigrasi gelap, pembajakan/perampokan, aksi radikalisme, konflik komunal dan dampak bencana alam. Oleh karena itu perlu dilaksanakannya Perumusan Kebijakan Kebijakan Strategi Pengamanan Wilayah Nasional, yang bertujuan untuk merumuskan kebijakan strategi pengamanan wilayah nasional, terutama laut, sebagai negara kepulauan yang mempunyai posisi geostrategis sangat unggul di lintasan jalur pelayaran manca negara dimana juga dapat digunakan dalam perumusan operasional strategi pertahanan keamanan dan pengembangan wilayah kawasan perbatasan. Selain itu hal yang terpenting lainnya yaitu menyadarkan masyarakat Indonesia mengenai ini semua, baik melalui pendidikan atau sosialisasi secara langsung ke masyarakat mengenai Wawasan Nusantara dimana telah diterima dan juga diakui sebagai pandangan resmi yang dianut oleh pemerintah dan bangsa Indonesia. Wawasan Nusantara ini tidak hanya melihat Negara Republik Indonesia sebagai suatu kesatuan berdasarkan prinsip pulau demi pulau, melainkan suatu negara kepulauan (archipelagic state) yang mempunyai kebulatan teritorial termasuk laut dan selat yang berada di dalam garis perbatasan yang telah ditentukan. Azas ‘Negara Kepulauan’ resmi diumumkan lewat Deklarasi Juanda pada 13 Desember 1957 yang ditindak lanjuti pada UU No 4/60 tentang Perairan dan UNCLOS 1982. Isi Deklarasi "Bahwa segala perairan di sekitar, di antara dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk dalam daratan Republik Indonesia, dengan tidak memandang luas dan lebarnya, adalah bagian yang wajar dari wilayah daratan Negara Republik Indonesia dan dengan demikian merupakan bagian daripada perairan pedalaman atau perairan nasional yang berada di bawah kedaulatan Negara Republik Indonesia dan juga ditindak lanjuti dengan deklarasi bunaken pada tanggal 26 September 1998 yang berisi : Mulai saat ini visi pembangunan dan persatuan nasional Indonesia harus juga berorientasi laut. Semua jajaran pemerintah dan masyarakat hendaknya juga memberikan perhatian untuk pengembangan, pemanfaatan, dan pemeliharaan potensi kelautan Indonesia. Pengembangan konsepsi negara maritim bertujuan sebagai upaya peningkatan kemampuan bangsa kita menjadi bangsa yang modern dan mandiri dalam teknologi kelautan dan kedirgantaraan dimana berguna untuk kesejahteraan bangsa dan negara ini, sehingga tidak perlu lagi takut akan persaingan pasar bebas pada tahun 2015 dan bahkan Indonesia (saat itu tahun 2045) sektor maritim bisa lebih hebat dan luar biasa dibanding masa lalu seperti kerajaan sriwijaya yang menjadi pusat perdagangan dan jalur pelayaran utama ASEAN, hingga terbaik kapal-kapal angkatan lautnya, tidak ada lagi kasus pencurian ikan hingga pengakusisian suatu wilayah terpencil lagi, disekitar posko nelayan terdapat suatu laboratorium riset yang mensosialisasi bagaimana cara merawat ikan dan dikembangkan suatu penelitian tentang rekayasa genetika untuk menghasilkan kualitas hasil laut yang baik, segar, tahan (tidak mudah busuk), dikembangkan sekolah-sekolah berbasis maritime terutama untuk keluarga nelayan sehingga ada keberlanjutan, tiap 3 bulan sekali adanya suatu pameran produk hasil laut yang terbaik dan beraneka ragam di Indonesia disertai pameran berbagai awetan basah atau kering hasil laut yang ada diseluruh pelosok negeri ini kepada seluruh dunia, ekspor hasil laut terbesar sepanjang sejarah, dan bermunculan wirausaha-wirausaha muda Indonesia di bidang maritime, terbentuknya suatu koperasi nelayan di setiap daerah yang ada di Indonesia, hingga akhirnya menjadi Indonesia menjadi negara kepulauan percontohan dari seluruh dunia.

Setitik Asa Pemuda Untuk Puncak Emas Bumi Pertiwi

Puncak, suatu posisi yang menandakan sebuah pencapaian keberhasilan. Berbicara soal keberhasilan tentu tidak akan lepas dari peran-peran orang yang sadar untuk mencapai keberhasilan. Dalam suatu bangsa peran tersebut dipegang penuh oleh generasi muda, generasi muda merupakan elemen penting yang akan melakukan perubahan untuk mencapai tujuan yang kita impikan yaitu Indonesia akan mencapai puncak keemasannya, puncak kejayaannya. “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Tetapi berikan aku 10 orang pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Ungkapan Soekarno ini merupakan penguat bahwa pemuda sangat berpengaruh untuk membangun suatu bangsa mencapai puncak kejayaannya. Pernyataan dari Bung Karno tersebut tentunya tidak lah salah, karena sejarah telah mencatat bahwa pergerakan kaum muda lah yang mengawali setiap perjuangan, perubahan, dan arah pembangunan bangsa Indonesia. Bahkan jika kita menilik jauh ke belakang, pemuda memiliki andil yang sangat besar dalam sejarah perjuangan bangsa ini. Peran penting pemuda sebagaimana tercatat dalam sejarah, dimulai dari pergerakan Budi Utomo tahun 1908, Sumpah Pemuda tahun 1928, Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945, Pergerakan Mahasiswa tahun 1966, hingga masa reformasi tahun 1998. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat kita katakan bahwa pemuda merupakan aktor penting dari setiap langkah perjalanan bangsa Indonesia, karena mereka mampu berperan aktif menjadi garda terdepan dalam proses perjuangan, pembaruan, dan pembangunan bangsa ini. Membanggakan sekali menjadi seorang pemuda yang selalu dielu-elukan, dibanggakan, dan dikenang. Tapi itu dulu, mari kita berputar kembali melihat masa sekarang. Ungkapan yang timbul ketika melihat pemuda adalah “Mau jadi apa Indonesia kalau melihat anak muda zaman sekarang yang hidupanya penuh kesenangan yang tiada guna, club malam jadi tempat suci, minuman keras jadi teman sejati, nongkrong di mall paling dicari, punya pacar ganti-ganti, orang tua tak dihormati tapi uang saku di nanti, menuntut ilmu dihindari, peraturan untuk dicaci, kemauan harus terpenuhi, sopan santun dikurangi, agama dihindari, diajak taubat bilang nanti, urusan mati dianggap tak berarti.” Sekarang rasa bangga menjadi hilang dan digantikan oleh kemalangan, kekecewaan tapi rasa tidak mau tau jauh mneyelimuti banyak pemuda pada masa kini. Padahal mereka sadar betul bahwa ia adalah pemegang penuh kendali kapal untuk mengarungi samudera melewati ombak yang dapat menggulung tubuhnya bahkan membunuhnya, tapi ia malah menjadi kapal using, kayunya yang rapuh, belum sempat ia menaikkan layarnya ia sudah lebih memilih untuk mati sebelum berperang. Seperti inilah gambaran pemuda pada masa sekarang. Mengutip salah satu ayat dalam Al Quranul karim, Allah berfirman : إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ "Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." [Ar-Ra'd/13:11]. Ini menyatakan jelas bahwa masih ada kesempatan untuk dapat mengubah keadaan, walaupun dari 10 hanya ada 1 pemuda yang peduli akan bangsanya tapi dengan keyakinan dan keteguhan apapun tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, untuk mencapai puncak keemasannya. Pencak keemasaan Indonesia adalah pada saat semua masyarakat berjalan dengan kehidupan yang damai dan sejahterah. Bukan pada saat Ekonomi meningkat, pengangguran menurun, pendapatan negara meningkat dan lain sebagainya, itu adalah hasil akhir dan hadiah bagi kita. Tapi puncak keemasan Indonesia adalah saat pemuda dapat menjalankan peranya dengan baik dan benar. Maka tidak berlebihan kiranya bila dikatakan pemuda adalah pilar kelima dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, setelah Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Bila karakter bangsa ini sudah terbentuk sedemikian kuat, dan keberadaan lima pilar itu sudah kokoh, niscaya bangsa kita mengalami kejayaan dan NKRI tetap lestari. Sejarah membuktikan, bila sebuah bangsa dihancurkan dengan kekuatan senjata, niscaya akan cepat bangkit. Lihat saja Jepang yang pada 6 dan 9 Agustus 1945 dibom atom tentara Sekutu di Hiroshima dan Nagasaki. Meskipun wilayah dan rakyat Jepang mengalami kehancuran luar biasa, karena karakter serta para pemudanya tetap terjaga dan bersemangat maka dalam waktu relatif singkat bangsa Jepang dapat bangkit, bahkan kini menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia. Tulang punggung kebangkitan bangsa Jepang itu adalah para pemuda. Sebaliknya, bagi bangsa-bangsa yang mengalami kehancuran karakter, terutama karakter pemudanya maka akan hancur pula masa depan dan peradaban bangsa itu. Selama matahari masih terbit dari arah timur, selama bumi ini masih dihuni manusia, selama karakter bangsa Indonesia masih terjaga, dan selama pemuda masih tampil di garda terdepan dalam pembangunan bangsa, selama itu pula NKRI tetap jaya, abadi selama-lamanya. Insya Allah. Dengan demikian mari kita para pemuda bangkit kembali, hilangkan rasa kekecewaan menjadi rasa kebanggaaN, bentuk dan bangun karakter kita untuk kemajuan bangsa dan akhirnya kita dapat mencapai puncak keemasan yang gemilang untuk Indonesia. Sekarang siapa saja yang mengabaikan pemuda hari ini sama halnya dengan mengabaikan masa depan Indonesia. Itulah arti penting kita bagi Indonesia. Saat karakter pemuda bangsa terbentuk, saat itulah Indonesia telah mencapai puncak keemasannya. Pemuda… Perhatikanlah hatimu karena ia akan menjadi fikiranmu. Perhatikanlah fikiranmu karena ia akan menjadi perkataanmu. Perhatikanlah perkataanmu karena ia akan menjadi perbuatanmu. Perhatikanlah perbuatanmu karena ia akan menjadi kebiasaanmu. Perhatikanlah kebiasaanmu karena ia akan menjadi karaktermu. Dan perhatikanlah karaktermu karena ia akan menjadi lintasan hatimu. Pemuda… Ambil sampanmu masukkan kelautan, patah pendayung tanganmu jadikan, robek layar bajumu gunakan, pecah sampan renangi lautan demi mencapai pulau kesuksesan.

Saturday, November 29, 2014

Indahnya tanah airku di masa depan

Saat menyaksikanmu Begitu terpesona diri ini akan keindahan alam indonesiaku yang tak bisa di ungkapkan dalam sebuah kata-kata saja, dan melihat lautan yang terasa di tengah lautan lepas yang begitu indah untuk di saksikan , selain itu sumber kekayaan tanah air ini begitu tak ternilainya hingga hampir terus pihak asing selalu ingin mengambil kekayaan alam kita, bahkan kita jangan rela demi bangsa ini sampai ada penjajahan dengan cara –cara yang sebenarnya dapat merugikan alam negeriku, tak berdaya negeri ini hingga engkau bohongi dengan kelihaian dalam berbuat kerusakan . kita semua seharusnya berani untuk membanggakan alam indonesia ku yang di balik itu semua terdapat sebuah karya yang luar biasa ini terdiri beberapa budaya ,suku bangsa dan bahasa , dengan keanekaragaman tersebut tapi hingga saat ini selalu bersatu dengan bhinneka tunggal ika . tentunya ini merupakan sutu langkah yang baik bagaimana sampai saat ini masih utuh negeriku ini tetapi adanya hal tersebut juga masih terus di usik oleh asing yang menginginkan kerusakan negeri kita , semoga kita generasi muda selalu berada pada posisi yang dapat memberikan pengaruh akan kekautan bangsa dan negara untuk negeri ini. Saya sangat terkesima Dari ujung sabang ke merauke dan pulau miangas sampai pulau rote itu semua bahkan terbentang luas pepohonan dan udara sejuk negeriku ini dan tak terbantahkan lagi bahwa turis yang kesini langsung terkesima melihat pemandangan indah negeri ini, baik dari segi laut maupun darat , baik ketika berada di pantai maupun pegunungan yang ada di indonesiaku ini. Alangkah indah sekali semua yang telah allah ciptakan yang telah di berikan untuk kita yang di mana kita wajib untuk mensyukuri nikmat yang telah di berikannya. Saat ini kita tak perlu risau dan bingung lagi dengan kekayaan alam negeri ini , saat ini tinggal di kembalikan kepada kita sebagai generasi muda bagaimana cara mengelola indahnya negeri nusantara ini. Ini menjadikan kewajiban bagi generasi muda kita untuk menjaga peninggalan alam negeri yang terus wajib kita jaga , tetapi kita sebagai orang tua harus memberikan pembelajaran bagimana melindungi dan lestarikan supaya bisa di nikmati sampai anak cucu kita semua. Bukan saja kewajiban bagi kita masing –masing untuk bisa menjaga keindahan negeri ini tapi jangan sampai dengan mudah untuk melupakan sebuah kenangan - kenangan yang waktu dulu yang telah di berikan para pejuang untuk kejayaan negeri ini Semoga adanya hal ini bisa menjadikan kita ingat keindahan negeri ini yang ternyata tidak hanya terlihat segi historis saja namun ada hal yang lebih penting yang kita ingat kenangannya tapi juga bagaimana cara kita saat ini kita tentunya melanjutkan perjuangan nyabangsa yang luar biasa, alangkah semakin baiknya jikalau manusia indonesia itu bisa memberikan karya –karya indahnya untuk bangsa yang mungkin semakin mempercantik keindahan negeri yang sampai saat ini karya –karya kalian masih sangat di butuhkan , bahkan bukan sampai di situ saja mungkin lebih tinggi lagidari ekspetasi kita bersama untuk menjadikan indonesia di kancah internasional bahkan negara lain pun kagum dengan potensi indonesiaku ini serta seluruh isi negaraku indonesia yang tercinta .tatkala masih begitu luas dan panjang perjalanan negeri ini, kita tidak boleh menyerah begitu saja untuk mengejar cita-cita bangsa agar mencapai sesuatu yang kita impikan bersama yaitu indonesia yang berdaulat adil dan makmur bisa tercapai dan ingat juga kepada para pemuda indonesia yang saat ini berada di pundak kalian saat ini agar bisa melakukan sekuat tenaga untuk perjuangan bangsa , jangan berhenti untuk berkarya. Yakinlah ketika negeri yang kita cintai yang sudah hampir berumur mendekati 70 tahun ini, di masa akan datang entah kapan saatnya akan menjadi suatu negara yang akan memegang kendali asia ketika dulu pernah di lakukan , hanya butuh waktu lagi untuk kembali , di mana saat ini negeri kita tercinta sudah menerapkan beberapa strategi menuju ke sana agar mencapai masa keemasan indonesia . kalau melihat target di tahun 2045 indonesia akan mencapai kejayaanya. mari kita tunjukkan rasa kepedulian akan negeri ini dengan jadikan indonesia lebih berdikari serta kita menjadi bangsa nan kuat dan di segani bangsa lain .

MASA KEEMASAN INDONESIA?!

Masa keemasan Indonesia?!Hem.. kapan ya?! Saya akan bertanya balik, dalam hal apa? Seni dan budaya kah? Ekonomi kah? Teknologi kah? Olahraga kah? Masih banyak bidang lainnya bukan?! Tentu banyak bidang yang ada dalam kehidupan kita yang perlu mendapat apresiasi dan mempunyai masa keemasan yang berbeda (yang tentunya tidak semua bidang saya ketahui dan mungkin belum semua bidang pernah berada dalam masa keemasannya). Saya sebagai seorang Warga Negara Indonesia sendiri merasa Indonesia sebagai salah satu negara yang berdaulat di dunia belum benar-benar mencapai masa keemasannya. Mengapa saya merasa demikian?! Mungkin karena masih saya lihat masih ada sendi-sendi kehidupan yang belum tersentuh oleh pemerintah, masih ada rakyat yang belum makmur dan mungkin karena pikiran saya yang menilai bahwa masa keemasan Indonesia adalah dimana saat negara Indonesia menjadi negara nomor satu di dunia. Entahlah tapi itulah yang saya rasakan, Indonesia belum benar-benar berada di masa keemasan. Emas. Sesuatu hal yang mahal. Benar begitu bukan?! Kenyataannya, emas sendiri cenderung semakin mahal harganya. Ada baiknya bila masa keemasan itu bisa lebih sedikit saya syukuri dengan mendefinisikannya sebagai suatu jerih payah anak-anak manusia yang berhasil mendunia. Maka bila saya menerapkan hal itu dalam pikiran saya sekarang, jejak-jejak rekaman inilah yang saya sanggup torehkan sebagai masa keemasan Indonesia. 1. Indonesia Merdeka Tahun 1945 Inilah masa keemasan pertama Indonesia yang terekam dalam ingatan saya semasa saya menimba ilmu di sekolah. Mengapa?!Karena kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia bukanlah suatu hal yang cuma-cuma, bukan pemberian, apalagi hadiah sayembara. Kemerdekaannya merupakan jerih payah pendahulu kita merebut kebebasan berdiri di atas kaki sendiri. Perjuangan yang tak sebentar namun buahnya dapat dinikmati anak cucu generasi penerus bangsa (termasuk saya). 2. Susi Susanti Berjaya Bulutangkis Indonesia bukankah mendunia saat Susi Susanti memenangkan olimpiade Barcelona tahun 1992?! Inilah sepak terjang yang membuahkan pelita di dunia bulutangkis yang terekam dalam memori saya. Banyak sudah dunia periklanan, pertelevisian, media cetak dan media komunikasi lainnya yang membahas prestasinya. Pelita yang akhirnya semakin menumbuhkan semangat juang atlit-atlit bulutangkis penerusnya yang kini semakin menambah subur pencapaian-pencapaian prestasi Indonesia di dunia bulutangkis. 3. Terbanglah Pesawat Indonesia Alhamdulillah masih teringat jelas dalam ingatan saya akan bagaimana ayah saya memuji Bapak BJ. Habibie, “pintar seperti Pak Habibie gitu, Nak! Selalu dapat nilai 100 di sekolahnya”. Presiden ketiga Republik Indonesia juga seorang yang telah mengharumkan nama Indonesia di dunia adalah BJ. Habibie. Buah pikirnya atas ketekunan menimba ilmunya menghadiahkan Indonesia kemampuan untuk menciptakan pesawat terbangnya sendiri. Hal inilah yang sudah sepantasnya semakin membuat dunia harus mengangguk-anggukkan kepalanya dalam mengakui hebatnya Indonesia, negeri yang telah merdeka setelah dijajah beratus-ratus tahun lamanya. Masa keemasan pada lain bidang tentu tidaklah sedikit. Katakanlah, seperti Vina Panduwinata, Agnes Monica, Anggun, Nini Towok, dan pasti masih banyak lagi lainnya yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dalam dunia seni. Contoh lainnya, dunia politik dan ekonomi, sebut saja salah satunya, mantan menteri keuangan Indonesia pada masa pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Sri Mulyani yang mendapat kepercayaan oleh lembaga tingkat internasional untuk memimpin wakil-wakil dunia menjalankan bank dunia. Lagi-lagi, torehan tinta emas orang Indonesia mewakili Indonesia di tingkat internasional. Bukankah sungguh membanggakan sekaligus mendebarkan?! Contoh nyata sebuah keniscayaan dari buah kegigihan berjuang. Namun juga membawa nama baik Indonesia dalam sikap dan setiap keputusannya. Masa keemasan Indonesia lebih tepat disebut bak alunan perjuangan yang ber-estafet¬ dan membutuhkan penerima-penerima lainnya yang meneruskan masa keemasan itu sendiri. Bila tidak ada penerusnya, alunan itu terhenti, dan masa keemasan seperti kenangan yang masanya hanya untuk dikenang. Mencoba lebih memahami dan mengenal Indonesia, seiring dengan menggali potensi diri. Mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah diraih sebagai awal masa emas pertama Indonesia di mata dunia adalah pekerjaan rumah seluruh warga Negara Indonesia. Semoga kita mampu mengisinya, semoga kita mampu menjadi manusia yang bermanfaat, setidak-tidaknya, bermanfaat untuk hidup kita, anugerah Tuhan yang wajib kita syukuri. Perjuangan itu tidak murah pun tidak mudah bukan?! Oleh sebab itulah, mengapa masa keemasan itu mahal karena untuk mempertahankan tetap dalam masa emas, kita perlu terus berjuang. Selamat berjuang!

Indonesia : Negeri Sejuta Potensi

Sobat, kita semua tentu pernah membayangkan serta berangan-angan bagaimana jika Indonesia menjadi negara makmur dan maju ketika mencapai puncak keemasanya? Bagaimana cara kita menyikapi hal tersebut? Ya sobat, perlu diketahui bersama bahwa sebuah negara bisa dikatakan makmur apabila mempunyai banyak sektor pemasukan bagi negara untuk pembangunan itu sendiri. Pemasukan negara yang berlimpah juga akan bisa mensejahterakan rakyatnya. Semua hal itu bisa tercapai apabila Indonesia mau melakukan inovasi dan terobosan dalam membangun negaranya. Jika kita mau mengamati potensi yang dimiliki negara tercinta kita Indonesia, sesungguhnya bangsa ini mempunyai potensi yang luar biasa besar untuk menjadi negara super power. Hal ini mengingat wilayah yang dimiliki Indonesia sendiri sangat luas dengan jumlah pulau sebanyak 13.466 pulau serta jumlah penduduk yang sangat besar yakni sekitar 237 juta jiwa. Hmm.. bangsa mana coba yang nggak iri dengan kekayaan indonesia. Tentunya dengan kualitas dasar yang sudah bagus, ini merupakan human capital dan potensi pasar domestik yang sangat besar. Indonesia sendiri diuntungkan dengan mempunyai bonus demografi. Apa itu bonus demografi? Seperti bonus pada umumnya, bonus demografi merupakan anugrah atau manfaat ekonomi yang diperoleh suatu bangsa karena memiliki proporsi penduduk produktif yang lebih banyak dibanding penduduk tidak produktif sehingga berpotensi menjadikan Indonesia menjadi negara maju. Nah, Jika masalah sumber daya alam juga penting bagi suatu negara menuju negara maju, maka negara Indonesia sangatlah kaya dan melimpah ruah sobat. bukan hanya sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui juga sumber daya alam terbarukan. Semuanya ada lho di Indonesia. Mulai dari tempat wisata yang tersebar diberbagai penjuru tanah air, lahan subur untuk pertanian dan perkebunan, perairan luas yang kaya akan anekaragam hayati menjadi lumbung pangan masa depan pada saat lahan di darat sudah tidak bisa diandalkan, hutan lebat yang menyediakan tumbuhan dan pohon, cadangan minyak bumi, gas alam, batubara serta bahan tambang lain yang belum tereksplorasi. Luar biasa kan? dan lebih baik kalau semua potensi itu dikelola dan dikembaklan oleh orang indonesia sendiri. Indonesia sangat bisa menjadi negara maju. Syarat untuk menjadi maju semua sudah tersedia, di antaranya adalah kekayaan alam, penduduk yang besar, infrastruktur, dan lain sebagainya. Perpaduan kekayaan alam dan keunggulan pengetahuan teknologi serta semangat untuk maju, akan bersinergi mengantarkan Indonesia menjadi negara yang makmur dan maju. Selain itu modal yang harus diperkuat adalah modal sosial yakni jati diri sebagai bangsa yang hebat untuk membangun negeri yang lebih kuat, kokoh dan harmonis di dalam bingkai NKRI. Semangat kepahlawanan dan perjuangan dalam bentuk cinta tanah air, pantang menyerah, peduli dan berbagi, serta toleransi harus menjadi sumber motivasi untuk mengatasi berbagai tantangan dalam menyelesaikan masalah. Dilihat dari segi yang membangun, nampaknya pendidikan bisa dijadikan sebagai suatu titik yang bisa dibenahi sehingga bisa bermanfaat terhadap semua aspek lain, sehingga nantinya bisa meningkatkan kualitas bangsa secara keseluruhan melalui generasi emas. Pendidikan adalah pondasi atau usaha dasar yang bisa membangun kondisi dalam sebuah bangsa. Melalui pendidikan, bangsa bisa direformasi. Demikian apa yang bisa saya tulis, semoga bisa memberikan manfaat dan semoga semua keinginan dan cita-cita kita melihat bangsa ini maju sekaligus menciptkan generasi muda yang berkualitas untuk membangun bangsa ini lebih baik lagi bisa menjadi kenyaataan dimasa depan yang akan datang. amin

BANGKIT INDONESIA, BANGKIT MACAN ASIA

Di suatu hutan rimba terdapat seekor anak macan yang baru saja lahir. Tetapi tidak lama setelah kelahirannya, hutan yang menjadi tempat tinggalnya terbakar, semua binatang melarikan diri, termasuk anak macan itu. Karena kejadian itu, ia pun bepisah dari orang tuanya. Kemudian saat ia berjalan tanpa tujuan, ada seekor kambing dewasa yang melihatnya dan bertanya, “hai anak macan, mengapa berjalan sendiri, dimana orang tua mu?”, dan anak macan itu menceritakan semua yang terjadi pada dirinya. Karena sang kambing merasa kasihan melihat anak macan itu, ia bersedia untuk merawat anak macan itu. Sejak hari itu, anak macan mulai dididik oleh kambing, dan ia juga bermain dengan anak kambing lainnya. Tetapi apa yang terjadi? semakin lama, anak macan itu menganggap dirinya sendiri sebagai seekor kambing, ia sudah lupa dengan identitas dirinya yang asli. Bahkan ia pun juga mengikuti suara kambing saat berbicara, bukan mengaum lagi. Kemudian suatu hari saat anak macan sedang bermain dengan anak kambing lainnya, ada seekor macan dewasa yang melihatnya dengan terheran-heran. Kemudian ia memanggil anak macan itu dan bertanya, “hei, mengapa kau bersuara seperti kambing?”, anak macan menjawab “memang aku adalah kambing, semua temanku juga kambing”, “Apa kau tidak sadar bahwa kau adalah seekor macan, lihat lah dirimu sendiri”, balas si macan dewasa. Setelah mereka berbicara cukup lama, sang macan dewasa yang sudah tidak sabar berkata, “jika kau masih tidak percaya, pergilah ke danau, dan lihat wajahmu sendiri pada pantulan permukaan danau itu.” Akhirnya anak macan itu mengikuti nasihat dari macan dewasa, dan setelah ia melihat pantulan mukanya di danau ia mulai sadar. “Aku memang seekor macan, aku bukan kambing, aku lebih kuat dari yang ku kira sebelumnya!” Setelah itu ia pun mulai mengaum kembali, dan menjalani kehidupan sebagai seekor macan. Cerita diatas dapat kita analogikan sebagai kondisi bangsa Indonesia saat ini. Sudah 69 tahun kita merdeka, tetapi jika kita bandingkan kondisi Indonesia dengan negara tetangga, masih banyak yang perlu kita perbaiki. Indonesia begitu kaya dengan sumber daya alamnya, tetapi kita belum sadar bahwa itulah yang menjadi sumber kekuatan kita. Kemerdekaan secara fisik sudah diperoleh, tetapi kita perlu mengubah sikap mental bangsa ini agar tidak selalu dipermainkan oleh negara lain. Yang kita butuhkan adalah kesadaran dan semagat untuk berubah seperti anak macan dalam cerita diatas. Perubahan ini bukan menjadi tugas pemimpin negara saja, tetapi seluruh rakyat Indonesia harus aktif dalam mewujudknnya. Seorang ilmuan fisika, Albert Einstein mengatakan, “imajinasi lebih penting dari ilmu pengetahuan”. Kalimat ini berarti perubahan dimulai ketika kita memiliki cita-cita sebagai tujuan, inilah yang akan mendorong semangat bangsa Indonesia. Dengan cita – cita kita telah mewujudkan sebagian dari masa depan bangsa ini. Bangsa ini harus yakin bahwa di masa depan, Indonesia akan bangkit sebagai macan asia lagi, dan berhasil mewujudkan cita-cita kita yaitu mewujudkan kesejahteraan umum untuk seluruh rakyat, serta mencerdaskan seluruh generasi penerus bangsa. Presiden yang baru saja terpiih sangat mengedepankan revolusi mental melalui pendidikan, ini merupakan langkah awal untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Ir.Soekarno pernah mengatakan, "Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Selain Soekarno, Abraham Lincoln juga berkata, “Filosofi dari ruang sekolah dalam satu generasi, juga akan menjadi filosofi di pemerintahan pada masa mendatang.” Generasi muda memang sangat penting dalam pembangunan, oleh karena itulah masa depan bangsa ini sangat bergantung pada kualitas dari generasi penerus bangsa. Dengan kualitas mental yang baik, pemimpin bangsa yang akan datang bisa mewujudkan pemerintahan Indoenesia yang kuat di masa depan. Saat ini masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh bangsa ini seperti korupsi, perpecahan dalam masyarakat, penjajahan sumber daya oleh asing, tetapi biarlah ini menjadi bahan pembelajaran yang dapat kita sampaikan kepada generasi penerus bangsa. Beberapa orang dari kabinet kerja yang baru terbentuk merupakan generasi tahun 90-an, yang tentunya sudah merasakan pemerintahan orde baru, dan sekarang mereka sudah menunjukan hasil yang signifikan terhadap perubahan, contohnya seperti Iganasius Jonan yang merubah pelayanan kereta api Indonesia menjadi lebih baik. Proklamator kita pernah berkata dalam pidatonya, "Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang." Bila generasi orde baru saja bisa mencetus perubahan, maka generasi yang merasakan revolusi mental seharusnya bisa melakukan yang lebih baik lagi. Sebagai putra-putri bangsa Indonesia, adalah kewajiban kita untuk membangun kembali Indonesia yang kuat dan kokoh di mata dunia. Ingat, tanah air yang kita cintai ini adalah salah satu yang terkaya di dunia. Sebagai generasi penerus bangsa kita harus menjaga kekayaan negeri kita, dan berkuasa penuh atas tanah yang kita cintai ini. Abraham Lincoln pernah mengatakan, ”Janganlah bertanya apa yang telah negara berikan kepadamu, tetapi bertanyalah apa yang telah engkau berikan untuk negara.” Inilah sikap mental yang harus kita bangun untuk mewujudkan masa depan Indonesia sebagai negara yang kuat, adil, dan makmur. Akhir kata, sebagai bagian dari bangsa Indonesia mari kita buat Indonesia sebagai macan asia yang dapat mengaum kembali di muka dunia!

Wednesday, November 26, 2014

Indonesia Emas bukanlah Mimpi

Program 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 2045 diharapkan menjadi tonggak lahirnya Indonesia Emas. Mengangkat wacana generasi 2045 yang dilakukan secara intensif diharapkan mampu melahirkan suatu impian besar bagi seluruh bangsa Indonesia akan bangkitnya generasi emas yang mampu memberikan kebaikan dan kebesaran bangsa Indonesia. Indonesia Emas dimaknai dengan kondisi negara yang maju, makmur, modern, madani, dan dihuni oleh masyarakat yang berperadaban. Untuk mewujudkan kebangkitan generasi emas, kita tidak bisa lepas dari tantangan abad ke-21 dan tantangan kondisi objektif Indonesia di saat ini dan saat mendatang. Semua tantangan yang ada di sekitar kita, insyaAllah dapat diatasi dengan strategi pendidikan. Kita patut bersyukur, pada 2045 akan diisi oleh generasi emas yang sekarang berusia 0 sampai 20 tahun yang jumlahnya hampir 100 jutaan orang. Mereka pada saat itu akan berada pada usia produktif dalam jumlah mayoritas di antara kelompok usia lainnya penduduk Indonesia. Kelompok usia ini akan menjadi solusi dan sumber kekuatan bangsa jika mereka disiapkan dengan asuhan, pendidikan, dan latihan yang efektif sehingga potensi mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Daniel H Pink (2005) melalui bukunya A Whole New Mind menyatakan bahwa pada era abad ke-21, telah bergerak dari era informasi ke era konseptual. Artinya, di abad ke-21 seseorang akan berhasil hidupnya, jika dia menguasai konsep atau ide daripada hanya menguasai informasi. Dengan kata lain, menguasai informasi saja tidak cukup kalau tidak menguasai konsep di balik itu. Dengan demikian, kemampuan untuk menyinergikan fungsi otak kiri (berpikir sekuensial, logis, dan analitis) dan fungsi otak kanan (berpikir nonlinier, intuitif, dan holistik) sangatlah diperlukan. Realitas terwujudnya Indonesia Emas pada usia 100 tahun telah diperhitungkan oleh para cendekiawan dan tokoh-tokoh nasional negara ini. Kerangka besarnya sangat kuat dan indah, namun kerangka-kerangka kecilnya perlu diawasi dan dianalisis secara detail kemajuannya. Beberapa analisis muncul di benak penulis yang membuat gundah dan gamang akan kesuksesan tujuan besar dan mulia ini. Pertama, pihak pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional maupun departemen terkait lainnya, dalam melaksanakan dan merealisasikan blue print Visi Indonesia Emas hanya sebatas proyek. Proyek yang dilakukan tiap program yang ditargetkan. Apalagi terkesan proyek akan jalan jika ada pendanaan, dan proyek akan berhenti jika sudah tidak ada dana. Walhasil, kekontinuitas program tidak berjalan dengan baik. Hal demikian juga ditiru sampai jajaran tingkat yang paling bawah. Contohnya, pendidikan karakter dan budaya yang seharusnya terintegratif di setiap mata pelajaran di segala jenjang pendidikan, sekarang ini mati kutu. Kurikulum baru yang notabene sebagai kurikulum berbasis kecakapan hidup dengan mengedepankan vokasional, prakarya, masih tumpang tindih pelaksanaannya di lapangan. Kedua, tingkat perencanaan yang rendah tampak menyolok sekali terjadi di jenjang pusat maupun daerah. Terlihat fenomena sekedar berani dulu, nanti kalau ada yang tidak sesuai akan dibetulkan. Apalagi tidak semua elemen bangsa memahami Visi Indonesia Emas ini yang memang minim sosialisasi. Contohnya pembubaran Sekolah Bertaraf Internasional, pencetakan buku ajar baru kurikulum 2014 dengan membuang buku-buku yang sudah terlanjur di cetak, kebingungan praktisi pendidikan di tingkat sekolah terhadap implementasi pelaksanaan kurikulum 2014, penyajian pembelajaran dilapangan, dan evaluasinya. Hasilnya tampak sebagai tidak ada perubahan yang berarti pada aplikasi pembelajaran, dan kualitas outputnya. Untuk mengantarkan generasi emas 2045, kiranya perlu diangkat sejumlah isu pendidikan yang mutakhir. Pertama, pendidikan usia dini sangat diperlukan untuk mengisi dan memproses usia emas sehingga terbangun landasan yang kuat untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Ketepatan cara mendidik waktu usia dini menjadi modal penting bagi kelanjutan hidupnya. Ingat kata Freud bahwa anak adalah ayahnya manusia (child is a father of man). Kedua, pendidikan universal 12 tahun menunjukkan bahwa untuk berhasil memasuki era abad ke-21, setiap insan mampu menunjukkan pendidikan lebih yang dibuktikan dengan minimal pendidikan menengah. Selanjutnya, untuk menyelamatkan generasi emas, perlu diberikan akses lebih terbuka untuk studi di perguruan tinggi dengan memberikan dukungan biaya bagi warga negara yang berpotensi akademik tinggi, tetapi kurang mampu secara ekonomi. Ketiga, pendidikan karakter sangatlah diperlukan bangsa Indonesia, terutama dalam membentuk insan Indonesia yang berkarakter, insan yang religius, bertanggung jawab, cinta Indonesia, berkomitmen menjaga persatuan dan kesatuan, demikian juga menjauhkan diri dari tindakan konflik dan diskriminatif. Untuk mengefektifkan pendidikan karakter, sangat diperlukan sistem pendidikan karakter yang komprehensif, baik melalui kurikulum terpisah (separated curriculum), misalnya pendidikan agama, pendidikan Pancasila, pendidikan kewarganegaraan, maupun melalui kurikulum terintegrasi (integrated curriculum), seperti pendidikan karakter yang diintegrasikan materi atau metodenya melalui mata pelajaran lainnya, misalnya pelajaran bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, dan sebagainya. Keempat, pembelajaran kreatif mendorong kemampuan menyinergikan fungsi otak kiri dan kanan, yang sangat diperlukan untuk mengembangkan kecakapan berpikir divergen, kreatif, lateral, dan kritis. Kelima, pendidikan inklusif dipandang sangat penting bagi insan Indonesia yang memiliki kebutuhan khusus. Hal ini sepenuhnya dilandasi oleh demokrasi pendidikan, hak asasi manusia, dan prinsip pendidikan untuk semua. Dengan kondisi keterbatasan dan kelainan apa pun bukanlah menjadi alasan utama untuk tidak bisa mengakses layanan pendidikan. Karena itu, ke depan perlu ada jaminan pendidikan bermutu untuk semua melalui pendidikan inklusif. Keenam, pendidikan multikultural diyakini dapat menjadi solusi yang efektif dan edukatif terhadap keragaman yang semakin meningkat baik berkenaan dengan suku bangsa, ras, agama, dan bu daya yang terjadi di Indonesia. Di tahun 2015 kita memasuki komunitas ASEAN, artinya keragaman kita semakin meningkat, belum lagi jika memasuki komunitas Asia dan dunia. Langkah ini seiring dengan tuntutan zaman dan generasi sehingga manusia tetap menduduki posisi terhormat, baik di depan mata orang lain atau bangsa lain, maupun di mata Allah SWT.